Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Terbaru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Nikmatnya perawan anak kost

Tidak pernah terbayang olehku, suatu ketika aku akan memperawani anak kost yang begitu cantik dengan bibir berwarna merah muda. Kisahnya terjadi dengan cepat sampai - sampai, aku sulit sekali melupakan kenangan indah itu.

Pertama kali aku mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah siswa sekolah keguruan yang ada di kotaku pada saat itu,dia cantik,manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih. Dasar nasibku lagi mujur tak lama berselang dia pindah kost kerumahku jadi mudah bagiku tuk lebih jauh mengenalnya.

Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga aku tambah berani tuk menyatakan perasaan hatiku, lagi-lagi aku beruntung dia menerima pernyataanku ,ukh bahagianya aku.

Suatu hari aku ada acara keluar kota ,iseng aku mengajaknya pergi,ternyata dia menyambut ajakanku. Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra,kadang tanganku iseng pura – pura tak disengaja menyentuh pahanya mulanya dia menepis tanganku tapi lama kelamaan membiarkan tanganku yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal,aku memberanikan diri mengelus- elus pahanya sampai kepangkal pahanya . Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tanganku.


Aku tarik tanganku dari rok hitamya lalu bertanya padanya boleh nggak aku menyentuh payudaranya yang membukit dibalik baju berwarna pink.mulanya dia menolak ,aku coba merayunya bahwa aku ingin mengelus walau hanya sebentar.

Akhirnya dia mengangguk pelan,langsung aja tanganku menyusup kebalik bajunya dan mengusap,mengelus bahkan saat kuremas susunya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai.Kupermainkan putting susunya dengan dua jari dia semakin mendesah, sambil tetap menyetir aku tarik reslting celanaku dan aku keluarkan penisku yang telah menegang sejak tadi bak laras tank baja ,aku pegang tangannya dan kutarik kearah penisku, saat tangannya menyentuh penisku yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya mungkin kaget karena baru pertama kali.

Dengan sedikit basa basi kembali kutarik tangannya tuk memegang penisku akhinya dia menyerah kemudian mulai mengelus penisku perlahan.

“ Ang,punyamu besar sekali hampir sebesar pergelangan tanganku “ katanya
“ Hmm,susumu juga kenyal sekali “ kataku sambil menikmati elusan tangannya pada penisku

Tak lama kami sampai di kota tujuan,langsung aku cari tempat untuk menginap setelah itu pergi lagi tuk belanja keperluan selama di kota itu.

Malam kami ngobrol diberanda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv ,kami duduk berdampingan sekali kali tanganku bergerilnya ditubuhnya ternyata dia dibalik baju tidurnya dia hanya memakai cd sehingga tanganku bisa bebas meremas remas susunya dan mempermainkan putingnya.

“ Akh,Ang jangan terlalu keras “ katanya kala kuremas dengan rasa gemas.
“ Maaf,habis susumu kenyal sekali “ kataku
“ Iya ,tapi sakit “ katanya
“ Iya pelan deh,kita pindah kedalam yuk “ kataku berbisik padanya dan mengangguk perlahan.

Sesampainya didalam aku peluk dia dari belakang,kuciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu dia bergelinjang kegelian sedangkan kedua tanganku bergerilya pada tubuhnya.
“ Akh,Ang ………..shhhhhhhh “ kata mendesah

Tanganku mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan kulepas bajunya hanya tinggal cd nya yang berwarna hitam.Kukulum bibirnya ,dia membalas kulumanku dengan penuh gairah.Tangannya mengusap-usap penisku sesekali meremasnya sehingga aku merasakan nikmat yang tak terhingga.

“Ukh,…teruskan yang “ kataku
“ Ikh besar sekali,panjang lagi “ katanya.
“ Ssssst ,”kataku sambil mengulum putting susunya yang makin menegang,tanganku kupergunakan untuk menurunkan cdnya .Kuusap perlahan gundukan daging empuk yang ditumbuhi bulu – bulu hitam halus ,dia menggelinjang kegelian dan kulanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya hangat terasa.

“Akh,….teruskan pelan pelan “katanya sambil meremas penisku.Kemudian aku menurunka kulumanku pada susunya ke pusarnya ,dia mengangkat pinggangnya keenakan kuteruskan ciumanku pada memeknya dan menegang saat lidahku yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidahku dengan menggoyangkan pinggulnya bibirnya tak henti-henti mendesah .

“Sekarang giliranmu sayang “kataku padanya sambil menyodorkan penisku kemulutnya .Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluanku yang sejak tadi menegang ,saat dia mulai mengulum penisku terbang rasanya menahan rasa nikmat .

Setelah itu kutelentangkan kekasihku yang putih,susunya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah dibalik bulu- bulu hitam halus .Perlahan – lahan aku menaikinya ,kugosok-gosokkan penisku pada belahan memeknya dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokkan penisku.Kemudian kutekan sedikit demi sedikit penisku pada memeknya ,pinggulnya naik seakan menyuruh agar penisku segera dimasukkan pada memeknya.

“Ayo,akh aaaaaaaakh teruskan sayangku” katanya sambil menarik pinggangku
“Baiklah ,sayang aku masukkan ya “ kataku sambil menekan penisku agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya perlahan karena takut dia kesakitan,sempit sekali.

“Aduh..,sakit Ang akh……..” katanya
“Sebentar juga hilang “ kataku,penisku keluar masuk memeknya yang terasa basah dan hangat.Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya.

“Terus ….lebih cepat akh………ukh nikmat sekali kontolmu yang” katanya berani mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penisku yang panjangnya 28 cm,penisku pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya.

“Akh…….terus goyang pinggulmu “ kataku padanya,dan dia menuruti kataku menggoyangkan pinggulnya Tak lama dia mengerang sambil memelukku erat rupanya dia telah mencapai orgasme,dia berbaring lemas dibawaku sedangkan penisku masih menancap pada memeknya yang terasa basah.

Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya ,melihat itu aku segera berbisik padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini.Barulah dia berubah riang kembali dan aku mulai aktifitas kembali menaik turunkan penisku dan dia merespon gerakanku dengan bersemangat .Malam itu melakukannya sebanyak 6 kali sampai akhirnya tertidur pulas sampai pagi.









#SELINGKUH DENGAN BOS,
#SELINGKUH DENGAN ATASAN,
#ABG BISPAK TELANJANG,
#BOKEP INDONESIA,
#CERITA DEWASA,
#CERITA MESUM,
#CERITA NGENTOT JANDA,
#CERITA NGENTOT PEMBANTU,
#CERITA NGENTOT PERAWAN,
#CERITA PANAS,
#CERITA PEMERKOSAAN,
#CERITA SEKS INDONESIA,
#CERITA SEKS SEDARAH,
#CERITA SELINGKUH,
#CERITA SEX,
#CERITA SKANDAL,
#CERITA TANTE GIRANG,
#CEWEK TELANJANG,
#FOTO BUGIL,
#MEMEK PERAWAN,
#TANTE GIRANG,
#TOKET GEDE MULUS,
#PEMERKOSAAN,
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Seks Dewasa Indonesia,
#Kumpulan Cerita Mesum Sedarah,
#Cerita Seks Perumahan,
#Kumpulan Cerita Seks Indonesia,
#Cerita Seks Dewasa Melayu,
#Kumpulan Cerita Panas Dewasa,
#Cerita Dewasa Terbaru,
#Koleksi Cerita Panas,
#Cerita Birahi Sedarah,
#Cerita Dewasa Panas,
#Cerita Hot Dewasa,
#Cerpen Dewasa Panas,
#Cerita Panas Dewasa Malaysia,
#Cerita Dewasa Bergambar,
#Cerita Dewasa Sedarah Terbaru,
#Cerita Birahi Pembantu,
#Kisah Ngentot Sama Pembantu,
#Cerita Seks Bergambar,
#Cerita Ngentot Bergambar,
#Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Dewasa Pembantu Muda,
#Kumpulan Cerita Seks Dewasa,
#Kumpulan Cerita Seks Terbaru,
#Rumah Seks Indonesia,
#Cerita Dewasa 18,
#Cerita Dewasa Sedarah Dengan Mama,
#Kumpulan Cerita Seks Bergambar,
#Cerita Selingkuh Ngentot,
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Sek Melayu Terkini,
#Cerita Lucah Melayu Terkini,
#Koleksi Cerita Lucah Cikgu,
#Koleksi Cerita Seks Melayu,
#Koleksi Cerita Lucah Bahasa Melayu,
#Cerita Seks Cikgu Melayu,
#Cerita Dewasa Sek Ngentot Memek,
#Cerita Seks Abg,
#Cerita Seks Indonesia Terbaru,
#Kumpulan Cerita Seks Abg,
#Cerita Sex Bergambar Indonesia,
#Cerita Hot Janda Muda,
#Cerita Sex Dewasa Bergambar,
#Kumpulan Cerita Dewasa Bergambar,
#Kumpulan Cerita Dewasa,
#Cerita Sex Terbaru,
#Kisah Seks Cerita Dewasa,
#Kumpulan Cerita Sedarah,
#Cerita Seks,
#Gambar Sex Terbaru,
#Cerita Dewasa Melayu Terbaru,
#Cerita Selingkuh Terbaru,
#Rumah Seks Indonesia Setengah Baya, #Kumpulan Cerita Seks,
#Kumpulan Cerita Pembantu,
#Cerita Sex Cewek Abg,
#Cerita Sex Terkini,
#Rumah Seks Indonesia,
#Cerita Ngentot Terbaru,
#Cerita Ngentot Pembantu,
#Cerita Seks Sedarah Terbaru


Keperawananku hanya tinggal kenangan

Nirmala hendak berteriak minta tolong, tapi mulutnya langsung dibekap oleh preman yang berdiri di belakang Nirmala. Pembaca Cerita Dewasa : ternyata, 3 preman itu tidak mabuk meskipun mereka minum-minum karena minuman berakoholnya cuma sedikit dan lebih banyak air. Maklum preman gak modal. 2 preman yang lain tertawa dengan licik melihat Nirmala yang sudah tidak berdaya.
"gila,,bening banget nih cewek,,mimpi ape kite kemaren,,".

"kalo gue sih mimpi ketiban duren,,".
"udeh lo bedua berisik banget,,mending lo bedua buka jaket nih cewek,,".
"oke bos,,". Salah satu preman itu menarik resleting jaket Nirmala ke bawah sementara preman terakhir memegangi kaki Nirmala agar tidak menendang-nendang lagi. Preman yang ditugasi untuk membuka jaket sangat kaget ketika resleting jaket Nirmala sudah terbuka sampai ke perutnya.
"gila,,ni cewek cuma pake jaket doang,,gak pake baju die bos,,".
"ah,,yang bener lo Jo,,", si bos preman itu pun menutupi mulut Nirmala dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Nirmala dan langsung meremas kencang payudara kiri Nirmala.
Ekspresi wajah Nirmala menunjukkan kalau Nirmala kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yang memegangi kaki Nirmala tidak tahan hanya melihat kaki & paha Nirmala yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun. Jadi, preman itu mengelus-elus paha Nirmala dengan tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Nirmala.
"die juga gak pake celana dalem bos,,kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos,,".
"yaude,,lepasin jaketnye, Jo,,biar ni cewek telanjang sekalian,,".
"oke bos,,". Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Nirmala langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu. Nirmala mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.

"aarrgghh,,", bos preman itu langsung menjauh dari Nirmala sambil memegangi hidungnya yang hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Nirmala. 1 preman sudah lepas, 2 more to go. Nirmala mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Nirmala langsung menghantam dagu preman yang memegangi kakinya. Preman itu langsung jatu terjerembab ke belakang. Still 1 preman standing. Nirmala langsung meninju preman yang tadi ditugasi melucuti jaket Nirmala. Meski tinju Nirmala lemah, tapi mampu membuat preman itu juga jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dengan sedikit berjinjit. Nirmala pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yang sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong. Ada orang keluar dari warung, Nirmala berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Nirmala menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.
"tolong pak,,saya mau diperkosa,,", kata Nirmala sambil berlindung di belakang orang itu.
"mana Dek,,yang mau merkosa,,", ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan. 3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dengan nafas mereka yang terengah-engah. Nirmala merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu.
Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Nirmala.
"pak,,tolong saya,,", pinta Nirmala dengan wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke belakang.
"ah,,parah lo betiga,,udah gue kasih minuman,,malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek,,", kata-kata yang keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Nirmala seperti tersamber petir.
"gimane mau ngajak lo Din,,die aje kabur,,".
"kok bisa kabur?".
"noh,,gara-gara si Narjo buka jaketnye kelamaan,,".
"bukan salah gue bos,,gara-gara si Bagus,,megangin kakinye gak bener,,".
"enak aje,,lo,,bos Hari juga salah,,".

"udeh,,udeh,,mending,,kite mulai aje,,ngerjain ni cewek nyang kayak bidadari ini,,".
"bener juge ape kate lo,,Yo,,". Akhirnya, nama mereka terungkap juga. Si bos preman bernama Hari, si abang pemilik warung bernama Taryo, preman yang tadi memegangi kaki Nirmala bernama Bagus, dan preman yang terakhir bernama Narjo.
"ngapain lo kabur tadi,,hah?!", sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Nirmala.
"udeh,,kite telanjangin aje nih cewek,,biar die kapok,,". Dalam waktu sekejap, jaket Nirmala sudah dibuang jauh-jauh oleh Hari.
"buset,,bodynye bohay banget,,", ujar Narjo.
"liat tuh memeknye,,kayaknye,,masih perawan,,".
"berarti gue yang merawanin,,", kata Udin.
"enak aje lo, Din..gue bosnye disini,,", balas Hari.
"tapi,,ini kan warung gue,,", balas Udin tak mau kalah.
"yaude,,lo yang merawanin,,tapi kite gratis minum di warung lo satu minggu ye,,", kata Hari.
"sip dah,,nyang penting bisa merawanin cewek,,".
"jangan perkosa saya,,", pinta Nirmala, air matanya pun mengalir keluar.
"diem lo !! ntar lo juga enak,,", ejek Bagus.
"kite taro aje di bangku biar lebih enak,,", usul Narjo.
"bener juga lo Jo,,". Narjo & Bagus mengangkat tubuh Nirmala dan menaruh Nirmala di kursi panjang dari kayu yang biasa ada di warteg. Bagus & Narjo mengangkat kaki Nirmala ke atas sehingga vagina Nirmala yang ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dengan sangat jelas.
Hari duduk di ujung bangku yang satunya, dia memegangi kedua tangan Nirmala sambil menikmati kelembutan dari bibir Nirmala yang tipis dan lembut. Nirmala tau kalau dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Nirmala tidak tau apa yang akan terjadi pada vaginanya karena pandangannya tertutupi leher Hari.
"gue jilat dulu ah,,pengen tau,,memeknye perawan manis ape nggak,,hehe,,", ujar Udin. Udin berjongkok di depan vagina Nirmala dan menatapi pemandangan indah di depannya bagai detektif yang memperhatikan dengan teliti untuk menemukan barang bukti.
"gak ade bulunye lagi,,jadi tambah napsu gue,,", kata Udin.

"udeh,,cepetan lo Din,,ntar gantian,,", kata Hari lalu Hari melanjutkan melumat bibir Nirmala lagi.
"sabar nape lo,,". Udin mengelus-elus kedua paha mulus Nirmala hingga menyentuh pangkal paha Nirmala. Lalu Udin mendekatkan wajahnya ke vagina Nirmala. Udin semakin nafsu setelah melihat bentuk vagina Nirmala yang masih sempurna serta wangi alami dari vagina Nirmala yang dirawat dengan baik oleh Nirmala.
Udin menyapu belahan bibir vagina Nirmala dari bawah ke atas dengan sekali sapuan saja. Nirmala menggelinjang karena sapuan lidah Udin seperti sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Udin menggelitik klitoris Nirmala dengan lidahnya.
"mmmffhh,,", desah Nirmala tertahan bibir Hari. Bagus & Narjo tidak hanya memegangi kaki Nirmala saja, tapi masing-masing dari mereka juga 'memegangi' dan meremasi payudara Nirmala. Udin membuka bibir vagina Nirmala sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah. Lidah Udin sudah terselip di dalam lubang vagina Nirmala. Udin membenamkan kepalanya ke selangkangan Nirmala agar Udin bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke vagina Nirmala. Nirmala memang menolak, tapi dia tidak bisa menyangkal tubuhnya yang dengan senang hati menerima serangan lidah Udin.
"nnggffhh,,,", suara lenguhan Nirmala yang masih tertahan bibir Hari. Tubuh Nirmala menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.
"ssuurpp,,slluurrp,,", Udin tidak menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan vagina Nirmala tak bersisa.

"gimane Din?", tanya Bagus.
"maknyus,,enak banget,,manis 'n gurih,,", jawab Udin.
"namanye juga memek perawan,,", ujar Narjo.
"gantian lo Din,,", kata Hari.
"okeh,,". Hari & Udin bertukar posisi. Mereka bergantian menjilati vagina Nirmala hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan vagina Nirmala. Nirmala sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Udin berhadapan dengan vagina Nirmala lagi dengan celananya yang sudah melorot sehingga penis Udin terbebas keluar dari sangkarnya.
"akhirnye,,****** gue bisa ngerasain memek perawan juga,,", ujar Udin. Udin sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan penisnya ke dalam vagina Nirmala.
"hoi !!", teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yang mereka dengar.
"siape lo?!", tanya Udin.
"jangan ganggu dia !!", teriak orang itu. Udin bergegas memakai celananya lagi.
"mao jadi jagoan lo?". Bagus & Narjo melepaskan kaki Nirmala dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Nirmala dengan tali rafiah yang Hari ambil dari warung Udin.
"lo semua,,jangan ganggu tuh cewek !!", kata orang itu.
"oh,,lo mao jadi jagoan lo yee,,", kata Hari yang bergabung dengan Udin, Bagus, dan Narjo.
"nyari mati die,,kite matiin aje nih orang,,biar kite bisa ngentotin perawan,,".
"Gus,,Jo,,maju lo bedua,,hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman,,", perintah Hari.
"oke bos,,", jawab Bagus & Narjo maju mendekat ke orang itu. Bagus menyerang duluan, dia melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu. Orang itu menangkis dengan tangan kanannya, lalu segera menendang perut Bagus dengan cepat. Meski hanya 1 kali tendangan, Bagus langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Narjo menyerang orang itu dari belakang dengan melayangkan sebuah pukulan.
Tapi, dengan cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Narjo. Narjo langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Narjo sehingga Narjo langsung terlempar ke samping.
"sialan lo !!", Hari & Udin langsung maju menyerang orang itu. Tapi, orang itu melayangkan 2 jurus tendangan saja, Udin dan Hari langsung kesakitan.
"awas lo ye,,!!", ancem Hari sambil kabur. Udin, Bagus, dan Narjo juga lari dengan sangat kencang. Orang itu mendekati Nirmala yang tidak berbusana dan tidak berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.

"lo gak apa-apa?", kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Nirmala.
"terima kasih,,", jawab Nirmala masih lemah.
"nih,,pake jaket gue,,", orang itu memakaikan jaketnya ke Nirmala setelah Nirmala duduk di bangku.
"terima kasih Mas,,".
"kenalin nama gue Eno,,".
"nama saya Nirmala,,".
Ternyata, Eno adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tidak heran dia mengalahkan 4 orang tadi dengan sangat mudah meskipun wajah Eno tidak mendekati kata ganteng sedikit pun.
"ngapain lo malem-malem ada di luar?".
"saya baru dateng dari desa Mas,,".
"oh,,pantes aja,,mukanya masih lugu,,terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini,,".
"gak tau Mas,,".
"yaudah,,lo pake celana training gue aja,,", kata Eno menyerahkan celana trainingnya yang dia ambil dari dalam tasnya.
"makasih Mas,,".
"lo mau kemana sekarang?".
"mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,", Nirmala berbohong.
"mau gue anter?".
"ah,,gak usah Mas,,saya jalan sendiri saja,,", Nirmala menolak tawaran dari Eno karena dia sudah tidak percaya kepada laki-laki.
"yaudah,,tapi gue anterin ke tempat yang lebih rame ya?".
"apa gak ngerepotin?".
"gak apa-apa,,yuk,,". Eno berjalan ke motornya yang diparkir agak jauh dari warung. Nirmala memakai celana training Eno sehingga akhirnya, vagina Nirmala tertutup juga.
Eno datang mendekati Nirmala dengan mengendarai motornya.
"ayo,,naik,,".
"iya Mas,,". Nirmala naik membonceng di belakang lalu Eno memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yang lebih ramai.
"makasih ya Mas,,", Nirmala turun dari motor.
"lo gak pake alas kaki ya dari tadi?".
"iya,,Mas,,ilang,,".
"oh,,kalo gitu pake sendal gue aja,,nih,,".
"ntar Mas gimana?".

"udah,,gak apa-apa,,pake aja,,tapi beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?".
"iya Mas,,gak apa-apa,,makasih banyak udah nyelametin saya Mas,,".
"yaudah deh,,gue duluan ya,,ati-ati lo,,". Eno pun pergi meninggalkan Nirmala karena dia ada urusan penting. Nirmala berjalan sendiri lagi, tapi kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya. Tenaga Nirmala tinggal seperempat saja sehingga Nirmala hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan. Kakinya membawa Nirmala ke sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.
Cerita Dewasa : Nirmala masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Battery empty, please recharge. Tenaga Nirmala sudah benar-benar tidak tersisa lagi kali ini sehingga Nirmala jatuh pingsan di depan sebuah rumah yang besar. Dengan mata yang samar-samar, Nirmala melihat ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Nirmala sudah tak sadarkan diri. Saat bangun, Nirmala sudah berada di atas ranjang yang sangat empuk. Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet. Battery full. Badan Nirmala sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Nirmala memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dengan barang yang keliatannya mahal. Nirmala tidak berani menyentuh apa-apa karena takut ada yang pecah. Nirmala berjalan menuju ke pintu kamar yang sangat besar. Nirmala membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar. Nirmala menjelajahi rumah yang lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yang mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.
Tapi, meski dicari kemana-mana, Nirmala tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Nirmala hanya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tiba-tiba Nirmala mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.

"eh,,kamu udah bangun?".
"bapak siapa?", tanya Nirmala ketakutan.
"nama bapak,,Dirman,,kamu?".
"nama saya Nirmala,,kenapa saya ada disini?".
"tadi kamu pingsan di depan rumah bapak,,jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah,,".
"maaf,,saya ngerepotin bapak,,".
"kenapa nak Nirmala bisa pingsan?".
"saya kesasar,,".
"oh,,kalo gitu,,nak Nirmala tinggal disini aja dulu,,".
"aduh,,maap pak,,saya gak mau ngerepotin,,".
"gak apa-apa,,pasti kamu lapar,,udah lah,,malem ini nak Nirmala tinggal disini dulu,,".
"tapi kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?".
"oh,,nak Nirmala tenang saja,,istri bapak sudah gak ada,,".
"oh,,maap Pak,,saya gak bermaksud,,".
"ah,,gak apa-apa,,ayo nak Nirmala,,kita makan,,".
"gak usah Pak,,".

"kruukk,,,~~", bunyi dari perut Nirmala yang keroncongan membuat Nirmala tersipu malu.
"tuh kan,,udah ayo kita makan,,", Pak Dirman menarik tangan kanan Nirmala dan membawanya ke ruang makan. Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Nirmala bercabang menjadi 2. Yang satu, Nirmala deg-degan dan khawatir dengan Pak Dirman yang duda karena Nirmala teringat kejadian bersama ayah angkatnya. Sedangkan, pikiran Nirmala yang lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yang sedang mabok. Jadi, Nirmala telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.
"gue nginep disini dulu deh,,kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem,,", pikir Nirmala. Pak Dirman memang terlihat seperti bapak yang baik, tapi who knows?.
"makanan sudah siap Pak,,", sapa orang yang ada di dekat meja makan.
"oh,,makasih To,,kamu sudah makan, To?".
"saya mah gampang, Pak,,saya permisi dulu ke belakang ya Pak,,".
Parto berjalan keluar dari dapur.
"ayo,,nak Nirmala,,mari makan,,".
"gak apa-apa nih Pak Dirman?".
"gak apa-apa,,hayo cepet,,mumpung masih anget,,". Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Nirmala yang masih agak malu-malu duduk di meja makan.
"ayo Nirmala,,gak usah malu-malu,,ayo makan,,".
"iya Pak,,". Pak Dirman mulai mengambil makanan sedangkan Nirmala hanya sedikit mengambil makanan karena Nirmala masih agak malu-malu.
"mm,,Pak Dirman,,saya boleh numpang ke kamar kecil?".
"oh boleh,,nak Nirmala terus aja terus belok kiri,,nah ruangan yang ada di kanan,,itu wc,,".
"makasih Pak,,saya permisi dulu,,".
"oh ya,,ya,,silakan,,". Nirmala mengikuti arahan petunjuk dari Pak Dirman sehingga dia bisa menemukan kamar mandi. Setelah buang air kecil, Nirmala mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. Nirmala melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dengan kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.
Damn, my beautiful face. Nirmala berpikir kalau saja wajahnya tidak cantik mungkin hidupnya tidak seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tapi, apa mau dikata. Wajah tidak bisa diganti, operasi plastik tidak mungkin Nirmala lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke'. Nirmala kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.
"ayo nak Nirmala,,makan lagi,,".

"aduh,,saya udah kenyang Pak,,", kata Nirmala sambil meminum sisa air minumnya.
"bener nak Nirmala udah kenyang? gak mau nambah?".
"makasih,,Pak,,saya udah kenyang banget,,", Nirmala merasa matanya berat sekali dan mati-matian melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.
"padahal gue baru tidur,,kenapa gue udah ngantuk lagi?", tanya Nirmala dalam hati. Nirmala mengucek-ngucek matanya.
"kenapa? nak Nirmala ngantuk?".
"iya nih Pak,,padahal saya baru istirahat,,".
"ya sudah,,Parto !!", Pak Dirman memanggil Parto. Dalam waktu sebentar, Parto sudah datang.
"ada apa Pak?".
"tolong antarkan Nirmala ke kamarnya,,".
"baik, Pak,,".
"mari,,nona Nirmala,,saya tunjukkan kamarnya,,".
"terima kasih Mas Parto,,Pak Dirman,,maaf,,saya tidur duluan,,".
"oh,,ya,,gak apa-apa,,nak Nirmala emang harus istirahat,,".
"saya permisi dulu ya Pak Dirman,,makasih banget,,udah bolehin saya makan,,".
"udah,,nak Nirmala istirahat sana,,". Nirmala berjalan di belakang Parto menuju ke kamarnya.
"disini,,kamarnya nona,,", Parto membuka pintu sebuah kamar yang dalamnya lumayan mewah.
"terima kasih,,Mas Parto,,". Nirmala masuk ke dalam kamarnya sementara Parto pergi meninggalkan Nirmala.

"akhirnya,,", baru saja Nirmala mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Nirmala. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Nirmala terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Nirmala terikat ke tiang ranjang dan kaki Nirmala terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Nirmala dalam posisi X.

"tolong,,!!", teriak Nirmala kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Nirmala.
"tolong saya,,Pak Dirman", pinta Nirmala dengan cemas. Pak Dirman mendekat ke arah Nirmala yang telanjang dan terikat ke ranjang.
"tolo,,", Nirmala berhenti meminta tolong ke Pak Dirman karena dia melihat Pak Dirman tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.
"tol,,mmffhh,,", mulut Nirmala langsung dibukam oleh Pak Dirman.
"gak nyangka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,". Pak Dirman naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Nirmala yang terbuka lebar. Pak Dirman menindih tubuh Nirmala lalu Pak Dirman melepaskan bungkaman di mulut Nirmala. Kemuan Pak Dirman langsung membungkam mulut Nirmala lagi, tapi kali ini dengan mulutnya. Pak Dirman mengulum bibir atas dan bibir bawah Nirmala. Lalu Pak Dirman melumat bibir Nirmala habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Nirmala. Nirmala sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Nirmala sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.
Pak Dirman benar-benar mencumbu Nirmala sepuas-puasnya karena Pak Dirman terus melumat bibir Nirmala dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Nirmala, Pak Dirman bangkit dari atas tubuh Nirmala.
"badan kamu bagus banget,,".
"tolonngg !!".

"percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,". Pak Dirman mencengkram kedua buah payudara Nirmala yang bentuknya sangat indah itu. Pak Dirman meremas-remas kedua buah payudara Nirmala sambil sesekali mencubit payudara Nirmala. Lalu Pak Dirman mendekatkan wajahnya ke payudara Nirmala, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Nirmala beserta putingnya.
"oouuummhh,,", sebuah desahan keluar dari mulut Nirmala. Wajah Nirmala merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Nirmala tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Dirman yang menari-nari di payudaranya.
Pak Dirman menurunkan ciumannya ke perut Nirmala. Pak Dirman mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Nirmala. Lalu Pak Dirman menciumi perut Nirmala terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Nirmala.
"wangi,,wangi sekali,,", komentar Pak Dirman setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Nirmala. Pak Dirman turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Nirmala lalu Pak Dirman mengikat kaki kiri Nirmala lebih tinggi lagi kemudian Pak Dirman juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Nirmala sehingga sekarang kaki Nirmala menjulang ke atas bagai huruf V.
"nah,,kalo gini kan lebih gampang,,". Pak Dirman naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Nirmala. Pak Dirman memulai dengan mengecup klitoris Nirmala berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Nirmala menggelinjang.
"sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,", ejek Pak Dirman.
Nirmala merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Dirman yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.
"mmmhhh,,", desah Nirmala pelan. Pak Dirman melebarkan kedua bibir vagina Nirmala sehingga Pak Dirman bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang masih terlihat merah menggoda.
"jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,". Lidah Pak Dirman sudah mengaduk-aduk liang vagina Nirmala.
"ooohhhh,,!!", erang Nirmala mendapatkan orgasmenya. Pak Dirman tidak percaya dengan rasa cairan vagina Nirmala. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan vagina Nirmala hingga tak ada sisa setetes pun. Tonjolan di celana Pak Dirman sudah sangat besar yang menandakan kalau Pak Dirman sudah horny berat. Pak Dirman langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Nirmala. Nirmala sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Pak Dirman.

Penis pertama yang Nirmala lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Pak Dirman lebih besar.
"jangan,,", lirih Nirmala pelan. Pak Dirman tidak mengindahkan Nirmala, Pak Dirman malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Nirmala. Kepala penis Pak Dirman sudah berada di depan lubang vagina Nirmala.
"tidaakk,,!!", teriak Nirmala dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Nirmala mengalir dari kedua matanya karena Nirmala tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Pak Dirman mendorong penisnya ke dalam vagina Nirmala. Perlahan tapi pasti, penis Pak Dirman menyusup masuk ke dalam vagina Nirmala.
"uugghh,,sempithh,,", celoteh Pak Dirman sambil menekan penisnya ke dalam vagina Nirmala yang sangat kuat menjepit penis Pak Dirman karena vagina Nirmala masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise. Nirmala merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.
"nngghh,,,", Nirmala terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Nirmala merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Pak Dirman sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Nirmala, Pak Dirman merasakan liang vagina Nirmala memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.
"oohh,,enak banget,,", desah Pak Dirman. Lalu Pak Dirman melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Nirmala.
"ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nyangka,,saya beruntung banget malam ini,,". Nirmala hanya menangis saja.
"kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,". Pak Dirman mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan sangat pelan.
"heenngghh,,", Nirmala masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Pak Dirman keluar masuk vagina Nirmala lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Nirmala yang luar biasa sempit itu, Pak Dirman membelai kedua buah payudara Nirmala dengan lidahnya.

"uummmhhh,,", Nirmala mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Nirmala rasakan. Air mata Nirmala pun sudah tidak keluar lagi karena mata Nirmala sudah kering.
"nah,,mulai enak ya?", ejek Pak Dirman melihat Nirmala yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Nirmala sehingga Nirmala menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Nirmala tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya. Pak Dirman menciumi leher Nirmala membuat Nirmala merinding karena geli.
"aaahhh,,", aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Nirmala yang menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.
"ccppllkk,,ccppllkk,,", suara penis Pak Dirman yang keluar masuk vagina Nirmala yang kini sudah becek gara-gara cairan vagina Nirmala sendiri. Jepitan vagina Nirmala dan rasa hangat dari cairan vagina Nirmala membuat Pak Dirman betah membiarkan penisnya berlama-lama di dalam vagina Nirmala sehingga Pak Dirman menggenjot vagina Nirmala dengan tempo yang lambat.

"ooohh,,yeesshh,,", erang Pak Dirman karena dia sedang menembaki rahim Nirmala dengan spermanya. Pak Dirman benar-benar puas menikmati permainannya dengan Nirmala yang baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tapi tubuh Nirmala tetap mengeluarkan aroma wangi yang enak untuk dihirup.
"ploop,,", Pak Dirman mencabut penisnya dari vagina Nirmala. Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari vagina Nirmala. Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Nirmala, cairan vagina Nirmala, dan sperma Pak Dirman yang tercampur dengan rata di dalam vagina Nirmala.
"wah,,udah jam 2 malem,,besok harus bangun pagi,,kita lanjutin besok ya,,hehe", kata Pak Dirman sambil mencubit pipi Nirmala yang halus itu. Lalu Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang masih terikat ke ranjang. Nirmala menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Dirman, orang yang baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Dirman sama sekali tidak ada sisi bagusnya.

Pak Dirman kembali lagi ke kamar Nirmala.
"saya lupa,,". Pak Dirman memegang dildo yang besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya. Pak Dirman mendekat ke Nirmala, lalu Pak Dirman menancapkan dildo ke vagina Nirmala.
"nnghh,,", Nirmala menahan pedih karena dildo itu lumayan besar. Batang dildo itu sudah tertanam di dalam vagina Nirmala, lalu Pak Dirman menekan tombol on yang ada di pangkal dildo.
"mmmhhh,,", Nirmala mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam vaginanya. Pak Dirman menutupi pegangan dildo itu dengan lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda '+'.

"selamat tidur ya,,bidadari cantik,,hehe,,", Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang terikat ke ranjang dengan dildo yang mengobok-obok vagina Nirmala. Orgasme demi orgasme Nirmala dapatkan dari dildo yang terus mengobok-obok vaginanya semalaman sampai-sampai tenaga Nirmala habis sehingga Nirmala pun pingsan.












#SELINGKUH DENGAN BOS,
#SELINGKUH DENGAN ATASAN,
#ABG BISPAK TELANJANG,
#BOKEP INDONESIA,
#CERITA DEWASA,
#CERITA MESUM,
#CERITA NGENTOT JANDA,
#CERITA NGENTOT PEMBANTU,
#CERITA NGENTOT PERAWAN,
#CERITA PANAS,
#CERITA PEMERKOSAAN,
#CERITA SEKS INDONESIA,
#CERITA SEKS SEDARAH,
#CERITA SELINGKUH,
#CERITA SEX,
#CERITA SKANDAL,
#CERITA TANTE GIRANG,
#CEWEK TELANJANG,
#FOTO BUGIL,
#MEMEK PERAWAN,
#TANTE GIRANG,
#TOKET GEDE MULUS,
#PEMERKOSAAN,
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Seks Dewasa Indonesia,
#Kumpulan Cerita Mesum Sedarah,
#Cerita Seks Perumahan,
#Kumpulan Cerita Seks Indonesia,
#Cerita Seks Dewasa Melayu,
#Kumpulan Cerita Panas Dewasa,
#Cerita Dewasa Terbaru,
#Koleksi Cerita Panas,
#Cerita Birahi Sedarah,
#Cerita Dewasa Panas,
#Cerita Hot Dewasa,
#Cerpen Dewasa Panas,
#Cerita Panas Dewasa Malaysia,
#Cerita Dewasa Bergambar,
#Cerita Dewasa Sedarah Terbaru,
#Cerita Birahi Pembantu,
#Kisah Ngentot Sama Pembantu,
#Cerita Seks Bergambar,
#Cerita Ngentot Bergambar,
#Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Dewasa Pembantu Muda,
#Kumpulan Cerita Seks Dewasa,
#Kumpulan Cerita Seks Terbaru,
#Rumah Seks Indonesia,
#Cerita Dewasa 18,
#Cerita Dewasa Sedarah Dengan Mama,
#Kumpulan Cerita Seks Bergambar,
#Cerita Selingkuh Ngentot,
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Sek Melayu Terkini,
#Cerita Lucah Melayu Terkini,
#Koleksi Cerita Lucah Cikgu,
#Koleksi Cerita Seks Melayu,
#Koleksi Cerita Lucah Bahasa Melayu,
#Cerita Seks Cikgu Melayu,
#Cerita Dewasa Sek Ngentot Memek,
#Cerita Seks Abg,
#Cerita Seks Indonesia Terbaru,
#Kumpulan Cerita Seks Abg,
#Cerita Sex Bergambar Indonesia,
#Cerita Hot Janda Muda,
#Cerita Sex Dewasa Bergambar,
#Kumpulan Cerita Dewasa Bergambar,
#Kumpulan Cerita Dewasa,
#Cerita Sex Terbaru,
#Kisah Seks Cerita Dewasa,
#Kumpulan Cerita Sedarah,
#Cerita Seks,
#Gambar Sex Terbaru,
#Cerita Dewasa Melayu Terbaru,
#Cerita Selingkuh Terbaru,
#Rumah Seks Indonesia Setengah Baya, #Kumpulan Cerita Seks,
#Kumpulan Cerita Pembantu,
#Cerita Sex Cewek Abg,
#Cerita Sex Terkini,
#Rumah Seks Indonesia,
#Cerita Ngentot Terbaru,
#Cerita Ngentot Pembantu,
#Cerita Seks Sedarah Terbaru



Keperawananku hanya tinggal kenangan

Nirmala hendak berteriak minta tolong, tapi mulutnya langsung dibekap oleh preman yang berdiri di belakang Nirmala. Pembaca Cerita Dewasa : ternyata, 3 preman itu tidak mabuk meskipun mereka minum-minum karena minuman berakoholnya cuma sedikit dan lebih banyak air. Maklum preman gak modal. 2 preman yang lain tertawa dengan licik melihat Nirmala yang sudah tidak berdaya.
"gila,,bening banget nih cewek,,mimpi ape kite kemaren,,".

"kalo gue sih mimpi ketiban duren,,".
"udeh lo bedua berisik banget,,mending lo bedua buka jaket nih cewek,,".
"oke bos,,". Salah satu preman itu menarik resleting jaket Nirmala ke bawah sementara preman terakhir memegangi kaki Nirmala agar tidak menendang-nendang lagi. Preman yang ditugasi untuk membuka jaket sangat kaget ketika resleting jaket Nirmala sudah terbuka sampai ke perutnya.
"gila,,ni cewek cuma pake jaket doang,,gak pake baju die bos,,".
"ah,,yang bener lo Jo,,", si bos preman itu pun menutupi mulut Nirmala dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Nirmala dan langsung meremas kencang payudara kiri Nirmala.
Ekspresi wajah Nirmala menunjukkan kalau Nirmala kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yang memegangi kaki Nirmala tidak tahan hanya melihat kaki & paha Nirmala yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun. Jadi, preman itu mengelus-elus paha Nirmala dengan tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Nirmala.
"die juga gak pake celana dalem bos,,kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos,,".
"yaude,,lepasin jaketnye, Jo,,biar ni cewek telanjang sekalian,,".
"oke bos,,". Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Nirmala langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu. Nirmala mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.

"aarrgghh,,", bos preman itu langsung menjauh dari Nirmala sambil memegangi hidungnya yang hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Nirmala. 1 preman sudah lepas, 2 more to go. Nirmala mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Nirmala langsung menghantam dagu preman yang memegangi kakinya. Preman itu langsung jatu terjerembab ke belakang. Still 1 preman standing. Nirmala langsung meninju preman yang tadi ditugasi melucuti jaket Nirmala. Meski tinju Nirmala lemah, tapi mampu membuat preman itu juga jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dengan sedikit berjinjit. Nirmala pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yang sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong. Ada orang keluar dari warung, Nirmala berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Nirmala menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.
"tolong pak,,saya mau diperkosa,,", kata Nirmala sambil berlindung di belakang orang itu.
"mana Dek,,yang mau merkosa,,", ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan. 3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dengan nafas mereka yang terengah-engah. Nirmala merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu.
Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Nirmala.
"pak,,tolong saya,,", pinta Nirmala dengan wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke belakang.
"ah,,parah lo betiga,,udah gue kasih minuman,,malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek,,", kata-kata yang keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Nirmala seperti tersamber petir.
"gimane mau ngajak lo Din,,die aje kabur,,".
"kok bisa kabur?".
"noh,,gara-gara si Narjo buka jaketnye kelamaan,,".
"bukan salah gue bos,,gara-gara si Bagus,,megangin kakinye gak bener,,".
"enak aje,,lo,,bos Hari juga salah,,".

"udeh,,udeh,,mending,,kite mulai aje,,ngerjain ni cewek nyang kayak bidadari ini,,".
"bener juge ape kate lo,,Yo,,". Akhirnya, nama mereka terungkap juga. Si bos preman bernama Hari, si abang pemilik warung bernama Taryo, preman yang tadi memegangi kaki Nirmala bernama Bagus, dan preman yang terakhir bernama Narjo.
"ngapain lo kabur tadi,,hah?!", sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Nirmala.
"udeh,,kite telanjangin aje nih cewek,,biar die kapok,,". Dalam waktu sekejap, jaket Nirmala sudah dibuang jauh-jauh oleh Hari.
"buset,,bodynye bohay banget,,", ujar Narjo.
"liat tuh memeknye,,kayaknye,,masih perawan,,".
"berarti gue yang merawanin,,", kata Udin.
"enak aje lo, Din..gue bosnye disini,,", balas Hari.
"tapi,,ini kan warung gue,,", balas Udin tak mau kalah.
"yaude,,lo yang merawanin,,tapi kite gratis minum di warung lo satu minggu ye,,", kata Hari.
"sip dah,,nyang penting bisa merawanin cewek,,".
"jangan perkosa saya,,", pinta Nirmala, air matanya pun mengalir keluar.
"diem lo !! ntar lo juga enak,,", ejek Bagus.
"kite taro aje di bangku biar lebih enak,,", usul Narjo.
"bener juga lo Jo,,". Narjo & Bagus mengangkat tubuh Nirmala dan menaruh Nirmala di kursi panjang dari kayu yang biasa ada di warteg. Bagus & Narjo mengangkat kaki Nirmala ke atas sehingga vagina Nirmala yang ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dengan sangat jelas.
Hari duduk di ujung bangku yang satunya, dia memegangi kedua tangan Nirmala sambil menikmati kelembutan dari bibir Nirmala yang tipis dan lembut. Nirmala tau kalau dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Nirmala tidak tau apa yang akan terjadi pada vaginanya karena pandangannya tertutupi leher Hari.
"gue jilat dulu ah,,pengen tau,,memeknye perawan manis ape nggak,,hehe,,", ujar Udin. Udin berjongkok di depan vagina Nirmala dan menatapi pemandangan indah di depannya bagai detektif yang memperhatikan dengan teliti untuk menemukan barang bukti.
"gak ade bulunye lagi,,jadi tambah napsu gue,,", kata Udin.

"udeh,,cepetan lo Din,,ntar gantian,,", kata Hari lalu Hari melanjutkan melumat bibir Nirmala lagi.
"sabar nape lo,,". Udin mengelus-elus kedua paha mulus Nirmala hingga menyentuh pangkal paha Nirmala. Lalu Udin mendekatkan wajahnya ke vagina Nirmala. Udin semakin nafsu setelah melihat bentuk vagina Nirmala yang masih sempurna serta wangi alami dari vagina Nirmala yang dirawat dengan baik oleh Nirmala.
Udin menyapu belahan bibir vagina Nirmala dari bawah ke atas dengan sekali sapuan saja. Nirmala menggelinjang karena sapuan lidah Udin seperti sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Udin menggelitik klitoris Nirmala dengan lidahnya.
"mmmffhh,,", desah Nirmala tertahan bibir Hari. Bagus & Narjo tidak hanya memegangi kaki Nirmala saja, tapi masing-masing dari mereka juga 'memegangi' dan meremasi payudara Nirmala. Udin membuka bibir vagina Nirmala sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah. Lidah Udin sudah terselip di dalam lubang vagina Nirmala. Udin membenamkan kepalanya ke selangkangan Nirmala agar Udin bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke vagina Nirmala. Nirmala memang menolak, tapi dia tidak bisa menyangkal tubuhnya yang dengan senang hati menerima serangan lidah Udin.
"nnggffhh,,,", suara lenguhan Nirmala yang masih tertahan bibir Hari. Tubuh Nirmala menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.
"ssuurpp,,slluurrp,,", Udin tidak menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan vagina Nirmala tak bersisa.

"gimane Din?", tanya Bagus.
"maknyus,,enak banget,,manis 'n gurih,,", jawab Udin.
"namanye juga memek perawan,,", ujar Narjo.
"gantian lo Din,,", kata Hari.
"okeh,,". Hari & Udin bertukar posisi. Mereka bergantian menjilati vagina Nirmala hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan vagina Nirmala. Nirmala sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Udin berhadapan dengan vagina Nirmala lagi dengan celananya yang sudah melorot sehingga penis Udin terbebas keluar dari sangkarnya.
"akhirnye,,****** gue bisa ngerasain memek perawan juga,,", ujar Udin. Udin sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan penisnya ke dalam vagina Nirmala.
"hoi !!", teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yang mereka dengar.
"siape lo?!", tanya Udin.
"jangan ganggu dia !!", teriak orang itu. Udin bergegas memakai celananya lagi.
"mao jadi jagoan lo?". Bagus & Narjo melepaskan kaki Nirmala dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Nirmala dengan tali rafiah yang Hari ambil dari warung Udin.
"lo semua,,jangan ganggu tuh cewek !!", kata orang itu.
"oh,,lo mao jadi jagoan lo yee,,", kata Hari yang bergabung dengan Udin, Bagus, dan Narjo.
"nyari mati die,,kite matiin aje nih orang,,biar kite bisa ngentotin perawan,,".
"Gus,,Jo,,maju lo bedua,,hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman,,", perintah Hari.
"oke bos,,", jawab Bagus & Narjo maju mendekat ke orang itu. Bagus menyerang duluan, dia melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu. Orang itu menangkis dengan tangan kanannya, lalu segera menendang perut Bagus dengan cepat. Meski hanya 1 kali tendangan, Bagus langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Narjo menyerang orang itu dari belakang dengan melayangkan sebuah pukulan.
Tapi, dengan cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Narjo. Narjo langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Narjo sehingga Narjo langsung terlempar ke samping.
"sialan lo !!", Hari & Udin langsung maju menyerang orang itu. Tapi, orang itu melayangkan 2 jurus tendangan saja, Udin dan Hari langsung kesakitan.
"awas lo ye,,!!", ancem Hari sambil kabur. Udin, Bagus, dan Narjo juga lari dengan sangat kencang. Orang itu mendekati Nirmala yang tidak berbusana dan tidak berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.

"lo gak apa-apa?", kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Nirmala.
"terima kasih,,", jawab Nirmala masih lemah.
"nih,,pake jaket gue,,", orang itu memakaikan jaketnya ke Nirmala setelah Nirmala duduk di bangku.
"terima kasih Mas,,".
"kenalin nama gue Eno,,".
"nama saya Nirmala,,".
Ternyata, Eno adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tidak heran dia mengalahkan 4 orang tadi dengan sangat mudah meskipun wajah Eno tidak mendekati kata ganteng sedikit pun.
"ngapain lo malem-malem ada di luar?".
"saya baru dateng dari desa Mas,,".
"oh,,pantes aja,,mukanya masih lugu,,terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini,,".
"gak tau Mas,,".
"yaudah,,lo pake celana training gue aja,,", kata Eno menyerahkan celana trainingnya yang dia ambil dari dalam tasnya.
"makasih Mas,,".
"lo mau kemana sekarang?".
"mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,", Nirmala berbohong.
"mau gue anter?".
"ah,,gak usah Mas,,saya jalan sendiri saja,,", Nirmala menolak tawaran dari Eno karena dia sudah tidak percaya kepada laki-laki.
"yaudah,,tapi gue anterin ke tempat yang lebih rame ya?".
"apa gak ngerepotin?".
"gak apa-apa,,yuk,,". Eno berjalan ke motornya yang diparkir agak jauh dari warung. Nirmala memakai celana training Eno sehingga akhirnya, vagina Nirmala tertutup juga.
Eno datang mendekati Nirmala dengan mengendarai motornya.
"ayo,,naik,,".
"iya Mas,,". Nirmala naik membonceng di belakang lalu Eno memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yang lebih ramai.
"makasih ya Mas,,", Nirmala turun dari motor.
"lo gak pake alas kaki ya dari tadi?".
"iya,,Mas,,ilang,,".
"oh,,kalo gitu pake sendal gue aja,,nih,,".
"ntar Mas gimana?".

"udah,,gak apa-apa,,pake aja,,tapi beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?".
"iya Mas,,gak apa-apa,,makasih banyak udah nyelametin saya Mas,,".
"yaudah deh,,gue duluan ya,,ati-ati lo,,". Eno pun pergi meninggalkan Nirmala karena dia ada urusan penting. Nirmala berjalan sendiri lagi, tapi kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya. Tenaga Nirmala tinggal seperempat saja sehingga Nirmala hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan. Kakinya membawa Nirmala ke sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.
Cerita Dewasa : Nirmala masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Battery empty, please recharge. Tenaga Nirmala sudah benar-benar tidak tersisa lagi kali ini sehingga Nirmala jatuh pingsan di depan sebuah rumah yang besar. Dengan mata yang samar-samar, Nirmala melihat ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Nirmala sudah tak sadarkan diri. Saat bangun, Nirmala sudah berada di atas ranjang yang sangat empuk. Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet. Battery full. Badan Nirmala sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Nirmala memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dengan barang yang keliatannya mahal. Nirmala tidak berani menyentuh apa-apa karena takut ada yang pecah. Nirmala berjalan menuju ke pintu kamar yang sangat besar. Nirmala membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar. Nirmala menjelajahi rumah yang lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yang mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.
Tapi, meski dicari kemana-mana, Nirmala tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Nirmala hanya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tiba-tiba Nirmala mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.

"eh,,kamu udah bangun?".
"bapak siapa?", tanya Nirmala ketakutan.
"nama bapak,,Dirman,,kamu?".
"nama saya Nirmala,,kenapa saya ada disini?".
"tadi kamu pingsan di depan rumah bapak,,jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah,,".
"maaf,,saya ngerepotin bapak,,".
"kenapa nak Nirmala bisa pingsan?".
"saya kesasar,,".
"oh,,kalo gitu,,nak Nirmala tinggal disini aja dulu,,".
"aduh,,maap pak,,saya gak mau ngerepotin,,".
"gak apa-apa,,pasti kamu lapar,,udah lah,,malem ini nak Nirmala tinggal disini dulu,,".
"tapi kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?".
"oh,,nak Nirmala tenang saja,,istri bapak sudah gak ada,,".
"oh,,maap Pak,,saya gak bermaksud,,".
"ah,,gak apa-apa,,ayo nak Nirmala,,kita makan,,".
"gak usah Pak,,".

"kruukk,,,~~", bunyi dari perut Nirmala yang keroncongan membuat Nirmala tersipu malu.
"tuh kan,,udah ayo kita makan,,", Pak Dirman menarik tangan kanan Nirmala dan membawanya ke ruang makan. Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Nirmala bercabang menjadi 2. Yang satu, Nirmala deg-degan dan khawatir dengan Pak Dirman yang duda karena Nirmala teringat kejadian bersama ayah angkatnya. Sedangkan, pikiran Nirmala yang lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yang sedang mabok. Jadi, Nirmala telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.
"gue nginep disini dulu deh,,kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem,,", pikir Nirmala. Pak Dirman memang terlihat seperti bapak yang baik, tapi who knows?.
"makanan sudah siap Pak,,", sapa orang yang ada di dekat meja makan.
"oh,,makasih To,,kamu sudah makan, To?".
"saya mah gampang, Pak,,saya permisi dulu ke belakang ya Pak,,".
Parto berjalan keluar dari dapur.
"ayo,,nak Nirmala,,mari makan,,".
"gak apa-apa nih Pak Dirman?".
"gak apa-apa,,hayo cepet,,mumpung masih anget,,". Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Nirmala yang masih agak malu-malu duduk di meja makan.
"ayo Nirmala,,gak usah malu-malu,,ayo makan,,".
"iya Pak,,". Pak Dirman mulai mengambil makanan sedangkan Nirmala hanya sedikit mengambil makanan karena Nirmala masih agak malu-malu.
"mm,,Pak Dirman,,saya boleh numpang ke kamar kecil?".
"oh boleh,,nak Nirmala terus aja terus belok kiri,,nah ruangan yang ada di kanan,,itu wc,,".
"makasih Pak,,saya permisi dulu,,".
"oh ya,,ya,,silakan,,". Nirmala mengikuti arahan petunjuk dari Pak Dirman sehingga dia bisa menemukan kamar mandi. Setelah buang air kecil, Nirmala mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. Nirmala melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dengan kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.
Damn, my beautiful face. Nirmala berpikir kalau saja wajahnya tidak cantik mungkin hidupnya tidak seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tapi, apa mau dikata. Wajah tidak bisa diganti, operasi plastik tidak mungkin Nirmala lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke'. Nirmala kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.
"ayo nak Nirmala,,makan lagi,,".

"aduh,,saya udah kenyang Pak,,", kata Nirmala sambil meminum sisa air minumnya.
"bener nak Nirmala udah kenyang? gak mau nambah?".
"makasih,,Pak,,saya udah kenyang banget,,", Nirmala merasa matanya berat sekali dan mati-matian melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.
"padahal gue baru tidur,,kenapa gue udah ngantuk lagi?", tanya Nirmala dalam hati. Nirmala mengucek-ngucek matanya.
"kenapa? nak Nirmala ngantuk?".
"iya nih Pak,,padahal saya baru istirahat,,".
"ya sudah,,Parto !!", Pak Dirman memanggil Parto. Dalam waktu sebentar, Parto sudah datang.
"ada apa Pak?".
"tolong antarkan Nirmala ke kamarnya,,".
"baik, Pak,,".
"mari,,nona Nirmala,,saya tunjukkan kamarnya,,".
"terima kasih Mas Parto,,Pak Dirman,,maaf,,saya tidur duluan,,".
"oh,,ya,,gak apa-apa,,nak Nirmala emang harus istirahat,,".
"saya permisi dulu ya Pak Dirman,,makasih banget,,udah bolehin saya makan,,".
"udah,,nak Nirmala istirahat sana,,". Nirmala berjalan di belakang Parto menuju ke kamarnya.
"disini,,kamarnya nona,,", Parto membuka pintu sebuah kamar yang dalamnya lumayan mewah.
"terima kasih,,Mas Parto,,". Nirmala masuk ke dalam kamarnya sementara Parto pergi meninggalkan Nirmala.

"akhirnya,,", baru saja Nirmala mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Nirmala. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Nirmala terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Nirmala terikat ke tiang ranjang dan kaki Nirmala terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Nirmala dalam posisi X.

"tolong,,!!", teriak Nirmala kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Nirmala.
"tolong saya,,Pak Dirman", pinta Nirmala dengan cemas. Pak Dirman mendekat ke arah Nirmala yang telanjang dan terikat ke ranjang.
"tolo,,", Nirmala berhenti meminta tolong ke Pak Dirman karena dia melihat Pak Dirman tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.
"tol,,mmffhh,,", mulut Nirmala langsung dibukam oleh Pak Dirman.
"gak nyangka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,". Pak Dirman naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Nirmala yang terbuka lebar. Pak Dirman menindih tubuh Nirmala lalu Pak Dirman melepaskan bungkaman di mulut Nirmala. Kemuan Pak Dirman langsung membungkam mulut Nirmala lagi, tapi kali ini dengan mulutnya. Pak Dirman mengulum bibir atas dan bibir bawah Nirmala. Lalu Pak Dirman melumat bibir Nirmala habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Nirmala. Nirmala sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Nirmala sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.
Pak Dirman benar-benar mencumbu Nirmala sepuas-puasnya karena Pak Dirman terus melumat bibir Nirmala dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Nirmala, Pak Dirman bangkit dari atas tubuh Nirmala.
"badan kamu bagus banget,,".
"tolonngg !!".

"percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,". Pak Dirman mencengkram kedua buah payudara Nirmala yang bentuknya sangat indah itu. Pak Dirman meremas-remas kedua buah payudara Nirmala sambil sesekali mencubit payudara Nirmala. Lalu Pak Dirman mendekatkan wajahnya ke payudara Nirmala, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Nirmala beserta putingnya.
"oouuummhh,,", sebuah desahan keluar dari mulut Nirmala. Wajah Nirmala merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Nirmala tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Dirman yang menari-nari di payudaranya.
Pak Dirman menurunkan ciumannya ke perut Nirmala. Pak Dirman mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Nirmala. Lalu Pak Dirman menciumi perut Nirmala terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Nirmala.
"wangi,,wangi sekali,,", komentar Pak Dirman setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Nirmala. Pak Dirman turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Nirmala lalu Pak Dirman mengikat kaki kiri Nirmala lebih tinggi lagi kemudian Pak Dirman juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Nirmala sehingga sekarang kaki Nirmala menjulang ke atas bagai huruf V.
"nah,,kalo gini kan lebih gampang,,". Pak Dirman naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Nirmala. Pak Dirman memulai dengan mengecup klitoris Nirmala berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Nirmala menggelinjang.
"sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,", ejek Pak Dirman.
Nirmala merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Dirman yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.
"mmmhhh,,", desah Nirmala pelan. Pak Dirman melebarkan kedua bibir vagina Nirmala sehingga Pak Dirman bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang masih terlihat merah menggoda.
"jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,". Lidah Pak Dirman sudah mengaduk-aduk liang vagina Nirmala.
"ooohhhh,,!!", erang Nirmala mendapatkan orgasmenya. Pak Dirman tidak percaya dengan rasa cairan vagina Nirmala. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan vagina Nirmala hingga tak ada sisa setetes pun. Tonjolan di celana Pak Dirman sudah sangat besar yang menandakan kalau Pak Dirman sudah horny berat. Pak Dirman langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Nirmala. Nirmala sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Pak Dirman.

Penis pertama yang Nirmala lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Pak Dirman lebih besar.
"jangan,,", lirih Nirmala pelan. Pak Dirman tidak mengindahkan Nirmala, Pak Dirman malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Nirmala. Kepala penis Pak Dirman sudah berada di depan lubang vagina Nirmala.
"tidaakk,,!!", teriak Nirmala dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Nirmala mengalir dari kedua matanya karena Nirmala tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Pak Dirman mendorong penisnya ke dalam vagina Nirmala. Perlahan tapi pasti, penis Pak Dirman menyusup masuk ke dalam vagina Nirmala.
"uugghh,,sempithh,,", celoteh Pak Dirman sambil menekan penisnya ke dalam vagina Nirmala yang sangat kuat menjepit penis Pak Dirman karena vagina Nirmala masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise. Nirmala merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.
"nngghh,,,", Nirmala terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Nirmala merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Pak Dirman sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Nirmala, Pak Dirman merasakan liang vagina Nirmala memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.
"oohh,,enak banget,,", desah Pak Dirman. Lalu Pak Dirman melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Nirmala.
"ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nyangka,,saya beruntung banget malam ini,,". Nirmala hanya menangis saja.
"kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,". Pak Dirman mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan sangat pelan.
"heenngghh,,", Nirmala masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Pak Dirman keluar masuk vagina Nirmala lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Nirmala yang luar biasa sempit itu, Pak Dirman membelai kedua buah payudara Nirmala dengan lidahnya.

"uummmhhh,,", Nirmala mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Nirmala rasakan. Air mata Nirmala pun sudah tidak keluar lagi karena mata Nirmala sudah kering.
"nah,,mulai enak ya?", ejek Pak Dirman melihat Nirmala yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Nirmala sehingga Nirmala menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Nirmala tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya. Pak Dirman menciumi leher Nirmala membuat Nirmala merinding karena geli.
"aaahhh,,", aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Nirmala yang menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.
"ccppllkk,,ccppllkk,,", suara penis Pak Dirman yang keluar masuk vagina Nirmala yang kini sudah becek gara-gara cairan vagina Nirmala sendiri. Jepitan vagina Nirmala dan rasa hangat dari cairan vagina Nirmala membuat Pak Dirman betah membiarkan penisnya berlama-lama di dalam vagina Nirmala sehingga Pak Dirman menggenjot vagina Nirmala dengan tempo yang lambat.

"ooohh,,yeesshh,,", erang Pak Dirman karena dia sedang menembaki rahim Nirmala dengan spermanya. Pak Dirman benar-benar puas menikmati permainannya dengan Nirmala yang baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tapi tubuh Nirmala tetap mengeluarkan aroma wangi yang enak untuk dihirup.
"ploop,,", Pak Dirman mencabut penisnya dari vagina Nirmala. Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari vagina Nirmala. Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Nirmala, cairan vagina Nirmala, dan sperma Pak Dirman yang tercampur dengan rata di dalam vagina Nirmala.
"wah,,udah jam 2 malem,,besok harus bangun pagi,,kita lanjutin besok ya,,hehe", kata Pak Dirman sambil mencubit pipi Nirmala yang halus itu. Lalu Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang masih terikat ke ranjang. Nirmala menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Dirman, orang yang baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Dirman sama sekali tidak ada sisi bagusnya.

Pak Dirman kembali lagi ke kamar Nirmala.
"saya lupa,,". Pak Dirman memegang dildo yang besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya. Pak Dirman mendekat ke Nirmala, lalu Pak Dirman menancapkan dildo ke vagina Nirmala.
"nnghh,,", Nirmala menahan pedih karena dildo itu lumayan besar. Batang dildo itu sudah tertanam di dalam vagina Nirmala, lalu Pak Dirman menekan tombol on yang ada di pangkal dildo.
"mmmhhh,,", Nirmala mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam vaginanya. Pak Dirman menutupi pegangan dildo itu dengan lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda '+'.

"selamat tidur ya,,bidadari cantik,,hehe,,", Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang terikat ke ranjang dengan dildo yang mengobok-obok vagina Nirmala. Orgasme demi orgasme Nirmala dapatkan dari dildo yang terus mengobok-obok vaginanya semalaman sampai-sampai tenaga Nirmala habis sehingga Nirmala pun pingsan.












#SELINGKUH DENGAN BOS,
#SELINGKUH DENGAN ATASAN,
#ABG BISPAK TELANJANG,
#BOKEP INDONESIA,
#CERITA DEWASA,
#CERITA MESUM,
#CERITA NGENTOT JANDA,
#CERITA NGENTOT PEMBANTU,
#CERITA NGENTOT PERAWAN,
#CERITA PANAS,
#CERITA PEMERKOSAAN,
#CERITA SEKS INDONESIA,
#CERITA SEKS SEDARAH,
#CERITA SELINGKUH,
#CERITA SEX,
#CERITA SKANDAL,
#CERITA TANTE GIRANG,
#CEWEK TELANJANG,
#FOTO BUGIL,
#MEMEK PERAWAN,
#TANTE GIRANG,
#TOKET GEDE MULUS,
#PEMERKOSAAN,
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Seks Dewasa Indonesia,
#Kumpulan Cerita Mesum Sedarah,
#Cerita Seks Perumahan,
#Kumpulan Cerita Seks Indonesia,
#Cerita Seks Dewasa Melayu,
#Kumpulan Cerita Panas Dewasa,
#Cerita Dewasa Terbaru,
#Koleksi Cerita Panas,
#Cerita Birahi Sedarah,
#Cerita Dewasa Panas,
#Cerita Hot Dewasa,
#Cerpen Dewasa Panas,
#Cerita Panas Dewasa Malaysia,
#Cerita Dewasa Bergambar,
#Cerita Dewasa Sedarah Terbaru,
#Cerita Birahi Pembantu,
#Kisah Ngentot Sama Pembantu,
#Cerita Seks Bergambar,
#Cerita Ngentot Bergambar,
#Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Dewasa Pembantu Muda,
#Kumpulan Cerita Seks Dewasa,
#Kumpulan Cerita Seks Terbaru,
#Rumah Seks Indonesia,
#Cerita Dewasa 18,
#Cerita Dewasa Sedarah Dengan Mama,
#Kumpulan Cerita Seks Bergambar,
#Cerita Selingkuh Ngentot,
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru,
#Cerita Sek Melayu Terkini,
#Cerita Lucah Melayu Terkini,
#Koleksi Cerita Lucah Cikgu,
#Koleksi Cerita Seks Melayu,
#Koleksi Cerita Lucah Bahasa Melayu,
#Cerita Seks Cikgu Melayu,
#Cerita Dewasa Sek Ngentot Memek,
#Cerita Seks Abg,
#Cerita Seks Indonesia Terbaru,
#Kumpulan Cerita Seks Abg,
#Cerita Sex Bergambar Indonesia,
#Cerita Hot Janda Muda,
#Cerita Sex Dewasa Bergambar,
#Kumpulan Cerita Dewasa Bergambar,
#Kumpulan Cerita Dewasa,
#Cerita Sex Terbaru,
#Kisah Seks Cerita Dewasa,
#Kumpulan Cerita Sedarah,
#Cerita Seks,
#Gambar Sex Terbaru,
#Cerita Dewasa Melayu Terbaru,
#Cerita Selingkuh Terbaru,
#Rumah Seks Indonesia Setengah Baya, #Kumpulan Cerita Seks,
#Kumpulan Cerita Pembantu,
#Cerita Sex Cewek Abg,
#Cerita Sex Terkini,
#Rumah Seks Indonesia,
#Cerita Ngentot Terbaru,
#Cerita Ngentot Pembantu,
#Cerita Seks Sedarah Terbaru



Adik iparku yang manis

Aku masih ingat pada waktu itu tanggal 2 Maret 1998, aku mengantarkan adik iparku mengikuti test di sebuah perusahaan di Surabaya. Pada saat adik iparku sebut saja Novi memasuki ruangan test di perusahaan tersebut, aku dengan setia menunggu di ruang lobi perusahaan tersebut. Satu setengah jam sudah aku menunggu selesainya Novi mengerjakan test tersebut hingga jam menunjukkan pukul 11 siang, Novi mulai keluar dari ruangan dan menuju lobi. Aku tanya apakah Novi bisa menjawab semua pertanyaan, dia menjawab, "Bisa Mas.."

"Kalau begitu mari kita pulang" pintaku. "E.. sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Novi." Kemudian Novi menggangguk. Setelah beberapa saat Novi merasa badannya agak lemas, dia bilang, "Mas mungkin aku masuk angin nich, habis aku kecapekan belajar sih tadi malam." Aku bingung harus berbuat apa, lantas aku tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas dia bilang, "Biasanya dikerokin Mas.." "Wah.. gimana yach.." kataku. "Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu.." Novi hanya mengangguk saja.

Lantas aku dan Novi mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, aku dan Novi masuk ke kamar 11 di ruang atas. "Terus gimana cara Mas untuk ngerokin kamu Nov", tanyaku. Tanpa malu-malu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Novi sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya. "Sini dong, Mas kerokin.." Dan astaga si Novi buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi. Lantas si Novi tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.

Hanya beberapa kerokan saja.. Novi bilang, "Entar Mas.. BH-ku aku lepas sekalian yach.. entar mengganggu Mas ngerokin aku." Dan aku terbelalak.. betapa besar payudaranya dan putingnya masih memerah, sebab dia kan masih perawan. Tanpa malu-malu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang, "Sudah Nov.. sudah selesai." Tanpa kusadari Novi membalikkan badannya dengan telentang. "Sekarang bagian dadaku Mas tolong dikerik sekalian." Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku. Aku berkali-kali berkata, "Maaf Dik yach.. aku nggak sengaja kok.." "Nggak apa-apa Mas.. teruskan saja."


Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku elus-elus. Si Novi hanya diam dan memejamkan matanya.. lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya. Novi mendesis, "Mas.. Mas.. ahh.., ah ah ahh.." Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya. Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang, "Jangan Mas.. jangan Mas.." Tapi aku nggak peduli.. terus saja aku masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata vaginanya sudah basah sekali. Lantas tanpa diperintah oleh Novi aku buka rok dan CD-nya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan, "Yach Mas.." Kini Novi sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah.. putih mulus, bulunya masih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA. Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan, "Mas.. ahh.. uaa.. uaa.. Mas.."

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Novi sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Novi memegang penisku dan mengocok penisku. Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau, "Nggak Mas jijik.. tuh, nggak ah.. Novi nggak mau." Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya. "Jilatin saja coba.." pintaku. Lantas Novi menjilati penisku, lama-kelamaan dia mau untuk mengulum penisku, tapi pas pertama dia kulum penisku, dia mau muntah "Huk.. huk.. aku mau muntah Mas, habis penisnya besar dan panjang.. nggak muat tuh mulutku." katanya. "Isep lagi saja Nov.." Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Novi.

Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Novi. "Novi.. Mas masukkan yah.. penis Mas ke vaginamu", kataku. Novi bilang, "Jangan Mas.. aku kan masih perawan." katanya. Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya, "Mas.. Mas.. jangan.." Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lama-kelamaan aku mencoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Slep.. Novi menjerit, "Ahk.. Mas.. jangan.."

Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep.. bles.. Novi menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya, "Mas.. Mas.. sakit tuh.. Mas.. jangan.." Lalu Novi menangis, "Mas.. jangan dong.." Aku sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur masuk penisku itu.


Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur. "Ah.. Mas.. ah.. Mas.." Rupanya Novi sudah merasakan nikmat dan meringis-ringis kesenangan. "Mas.." Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur. "Mas.. Mas.." Dan aku merasakan vagina Novi mengeluarkan cairan. Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku. "Terus Mas.. terus Mas.. lebih cepat lagi.." pinta Novi. Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Novi mengisapnya. Novi mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah. "Hem.. hem.. nikmat.. Mas.." Aku bilang, "Terus Nov.. aku mau keluar nich.." Novi mempercepat kulumnya dan.. cret.. cret.. maniku muncrat ke mulut Novi. Novi segera mencabut penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya. "Ah.. ah.. Novi.. maafkan Mas.. yach.. aku khilaf Nov.. maaf.. yach!" "Nggak apa-apa Mas.. semuanya sudah telanjur kok Mas.." Lantas Novi bersandar di pangkuanku. Kuciumi lagi Novi dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Novi pulang dan setelah itu aku pun masih menanam cinta diam-diam dengan Novi kalau istriku pas tidak ada di rumah.







#SELINGKUH DENGAN BOS #SELINGKUH DENGAN ATASAN #ABG BISPAK TELANJANG
#BOKEP INDONESIA #CERITA
DEWASA #CERITA MESUM
#CERITA NGENTOT JANDA
#CERITA NGENTOT PEMBANTU
#CERITA NGENTOT PERAWAN
#CERITA PANAS #CERITA
PEMERKOSAAN #CERITA SEKS
INDONESIA #CERITA SEKS
SEDARAH #CERITA SELINGKUH
#CERITA SEX #CERITA SKANDAL
#CERITA TANTE GIRANG #CEWEK
TELANJANG #FOTO BUGIL
#MEMEK PERAWAN #TANTE
GIRANG #TOKET GEDE MULUS #PEMERKOSAAN
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru #Cerita Seks Dewasa Indonesia #Kumpulan Cerita Mesum Sedarah #Cerita Seks Perumahan #Kumpulan Cerita Seks Indonesia #Cerita Seks Dewasa Melayu #Kumpulan Cerita Panas Dewasa #Cerita Dewasa Terbaru #Koleksi Cerita Panas #Cerita Birahi Sedarah #Cerita Dewasa Panas
#Cerita Hot Dewasa
#Cerpen Dewasa Panas
#Cerita Panas Dewasa Malaysia
#Cerita Dewasa Bergambar
#Cerita Dewasa Sedarah Terbaru
#Cerita Birahi Pembantu
#Kisah Ngentot Sama Pembantu
#Cerita Seks Bergambar
#Cerita Ngentot Bergambar
#Cerita Dewasa Terbaru
#Cerita Dewasa Pembantu Muda
#Kumpulan Cerita Seks Dewasa
#Kumpulan Cerita Seks Terbaru
#Rumah Seks Indonesia
#Cerita Dewasa 18
#Cerita Dewasa Sedarah Dengan Mama
#Kumpulan Cerita Seks Bergambar
#Cerita Selingkuh Ngentot
#Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru
#Cerita Sek Melayu Terkini
#Cerita Lucah Melayu Terkini
#Koleksi Cerita Lucah Cikgu
#Koleksi Cerita Seks Melayu, Koleksi Cerita Lucah Bahasa Melayu, Cerita Seks Cikgu Melayu, Cerita Dewasa Sek Ngentot Memek, Cerita Seks Abg, Cerita Seks Indonesia Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Abg, Cerita Sex Bergambar Indonesia, Cerita Hot Janda Muda, Cerita Sex Dewasa Bergambar, Kumpulan Cerita Dewasa Bergambar, Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru 2016, Kisah Seks Cerita Dewasa, Kumpulan Cerita Sedarah, Cerita Seks 2016, Gambar Sex Terbaru 2016, Cerita Dewasa Melayu Terbaru, Cerita Selingkuh Terbaru, Rumah Seks Indonesia Setengah Baya, Kumpulan Cerita Seks, Kumpulan Cerita Pembantu, Cerita Sex Cewek Abg, Cerita Sex Terkini, Rumah Seks Indonesia 2016, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Seks Sedarah Terbaru

Bu Dosen Dan Pembantunya

Kenangan indah bersama dosen dan pembantunya tiba-tiba terbersit, Sebatang pensil dimeja tiba-tiba menggerakkan tanganku untuk menuliskan Cerita Seks disini. Ku tulis kata-demi kata hingga aku merangakai keseluruhan cerita seks mengenai pengalamanku ngentot dengan ibu dosenku di diariku.Ku peluk buku itu setelah selesai mencoret-coret lembaran putihnya,ku isikan cerita ngentotku bersama dosenku.Ku buka laptop ku tulis kembali dan kusajikan di forumkami.com, semoga terhibur dan inilah kisahnya.

pada waktu ujian tengah semester di warnai rintikan hujan disepanjang jalan menemaniku menuju ketempat itu, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yang masih agak muda, sekitar 26 tahun. body asyik di pandang mata,lurus sebahu rambutnya. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Dipanggil ke rumahnya karena saya diminta untuk mengurus keperluan dia, karena dia akan ke luar kota. Malam harinya saya pun ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Saat itu rumahnya hanya ada pembantu (yang juga masih muda dan cantik). Suaminya ketika itu belum pulang dari rapat di puncak.Otomatis kondisi rumah lagi sepi,hanya wanita-wanita tok penghuninya.

Saat saya membuka pintu rumahnya, saya agak terbelalak karena dia memakai gaun tidur yang tipis, sehingga terlihat payudara yang menyumbul keluar. Saat saya perhatikan, dia ternyata tidak memakai BH. Terlihat saat itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.

Sewaktu saya sedang memperhatikan Dosen saya itu, saya kepergok oleh pembantunya yang ternyata dari tadi memperhatikan saya. Sesaat saya jadi gugup, tetapi kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya pada saya, dan selanjutnya ia memberikan minuman pada saya. Saat ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya agak pendek), dan sama seperti dosen saya ukurannya juga besar.

Kemudian dosen saya yang sudah duduk di depan saya berkata, (mungkin karena saya melihat belahan dada pembantu itu) “Kamu pingin ya “nyusu” sama buah dada yang sintal..?”
Saya pun tergagap dan menjawab, “Ah… enggak kok Bu..!”
Lalu dia bilang, “Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu.”
Mungkin karena ia saya anggap bercanda, saya bilang saja, “Oh.., boleh juga tuh Bu..!”

Tanpa diduga, ia pun mengajak saya masuk ke ruang kerjanya.
Saat kami masuk, ia berkata, “Andre, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!”
Kemudian saya menurut saja, saya lihat punggungnya. Karena tidak ada apa-apa, saya bilang, “Nggak ada apa-apa kok Bu..!”
Tetapi tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dengan tetap membelakangiku. Saya lihat punggungnya yang begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar. Kemudian saya merayap ke putingnya, dan benar perkiraan saya, putingnya besar dam masih keras.

Kemudian ia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.
Kemudian saya berkata, “Kenapa Ibu membuka baju..?”
Ia malah berkata, “Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.”

Karena saya ingin juga merasakan tubuhnya, saya pun tanpa basa-basi terus menciuminya dan juga buah dadanya. Saya hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaian saya, ia pun terbelalak saat ia melihat batang kejantanan saya.
“Oh, sangat besar dan panjang..! (karena ukuran penis saya memang besar, sekitar 17 cm dan berdiameter 3 cm)”

Dosen saya pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum penis saya hingga biji kemaluan saya.
“Ah.. ahh Bu… enak sekali, terus Bu, aku belum pernah dihisap seperti ini..!” desah saya.
Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Saya juga meremas-remas terus buah dadanya, nikmat sekali kata dosen saya. Kemudian ia mengajak saya untuk merubah posisi dan membentuk posisi 69.

Saya terus menjilati vaginanya dan terus memasukkan jari saya.
“Ah.. Andre, aku sudah nggak kuat nih..! Cepat masukkan penismu..!” katanya.
“Baik Bu..!” jawab saya sambil mencoba memasukkan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.

“Ah.., ternyata sempit juga ya Bu..! Jarang dimasukin ya Bu..?” tanya saya.
“Iya Andre, suami Ibu jarang bercinta dengan Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, ia pun juga sebentar permainannya.” jawabnya.
Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang saat dimasukkannya penis saya sambil berkata, “Ohh… ohhh… besar sekali penismu, tidak masuk ke vaginaku, ya Ndre..?”
“Ah nggak kok Bu..” jawab saya sambil terus berusaha memasukkan batang keperkasaan saya.
Kemudian, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya pun memutar-mutar batang kemaluan saya dan juga mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan batang kejantanan saya sudah masuk setengahnya.

“Ohhh… ohhh… Terus Ndre, masukkan terus, jangan ragu..!” katanya memohon.
Setelah memutar dan mengocok batang kejantanan saya, akhirnya masuk juga rudal saya semua ke dalam liang kewanitaannya.
“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yang diikuti dengan teriakannya, “Oh my good..! Ohhh..!”

Saya pun mulai mengocok batang kemaluan saya keluar masuk. Tidak sampai semenit kemudian, dosen saya sudah mengeluarkan cairan vaginanya.
“Oh Andre, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
Cairan itu juga memudahkan saya untuk terus memaju-mundurkan batang keperkasaan saya. Karena cairan yang dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi, “Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sangat keras. Karena saya melakukannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya.

Saat itu saya sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami). Oh, betapa bahagianya saya sambil terus mengocok batang keperkasaan saya maju mundur di liang vagina dosen saya. Saya juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yang masturbasi sendiri, dan saya baru kali ini melihat wanita masturbasi.

Setelah 15 menit bermain dengan posisi saya berada di atasnya, kemudian saya menyuruh dosen saya pindah ke atas saya sekarang. Ia pun terlihat agresif dengan posisi seperti itu.
“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuh saya.
15 menit kemudian ia ternyata orgasme yang kedua kalinya.
“Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.” batin saya.

Kemudian setelah orgasmenya yang kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan saya berdiri di depannya. Saya terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.

“Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan Ndre..!” katanya.
Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami orgasme yang ketiga kalinya.
“Ah Andre, aku keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..!” desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.

Setelah itu ia mengajak saya ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu saya dapat orgasme, karena ia kelihatannya tidak sanggup lagi membalas permainan yang saya berikan. Di bath-tub yang diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosen saya sangat senang diusap buah dadanya, ia terlihat terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan saya menggunakan sabun (bisa pembaca rasakan nikmatnya bila buah zakar diremas-remas dengan sabun).

Setelah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yang keempat bagi dosen saya dan yang pertama bagi saya.
“Oh Andre, aku mau keluar lagi..!” katanya.
Setelah terasa penuh di ujung kepala penis saya, kemudian saya keluarkan batang kejantanan saya dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas buah dadanya sambil mengusap-usap lembut.

“Oh Andre, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yang dahsyat, engkau tidak cepat orgasme, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Andre. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tidak sama sekali.” ujar dosen saya.
Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan saya keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian saya yang berserakan di sana.

Di luar ruang kerjanya, saya lihat pembantu dosen saya tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya. Karena melihat tubuh pembantu itu yang juga montok dan putih bersih, saya mulai membayangkan bila saya dapat bersetubuh dengannya. Yang menarik dari tubuhnya adalah karena buah dadanya yang besar, sekitar 36D. Akhirnya saya pikir, biarlah saya main lagi di ronde kedua bersama pembantunya. Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah setelah melihat permainan saya dengan majikannya.

Saya langsung menindih tubuhnya yang montok itu dengan sangat bernafsu. Saya mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya. Saya mencium dan menjilat seluruh permukaan buah dadanya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yang ditumbuhi hutan lebat itu.

Tidak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami. Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti saat kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing.

Oh, ternyata saya sudah bermain seks dengan dua wanita bernafsu ini selama satu setengah jam. Saya pun akhirnya pulang dengan rasa lelah yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya saya merasakan bercinta dengan wanita.







Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Seks Dewasa Indonesia, Kumpulan Cerita Mesum Sedarah, Cerita Seks Perumahan, Kumpulan Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Dewasa Melayu, Kumpulan Cerita Panas Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Koleksi Cerita Panas, Cerita Birahi Sedarah, Cerita Dewasa Panas, Cerita Hot Dewasa, Cerpen Dewasa Panas, Cerita Panas Dewasa Malaysia, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sedarah Terbaru, Cerita Birahi Pembantu, Kisah Ngentot Sama Pembantu, Cerita Seks Bergambar, Cerita Ngentot Bergambar, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Cerita Dewasa Pembantu Muda, Kumpulan Cerita Seks Dewasa, Kumpulan Cerita Seks Terbaru, Rumah Seks Indonesia, Cerita Dewasa 18, Cerita Dewasa Sedarah Dengan Mama, Kumpulan Cerita Seks Bergambar, Cerita Selingkuh Ngentot, Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru 2016, Cerita Sek Melayu Terkini, Cerita Lucah Melayu Terkini, Koleksi Cerita Lucah Cikgu, Koleksi Cerita Seks Melayu, Koleksi Cerita Lucah Bahasa Melayu, Cerita Seks Cikgu Melayu, Cerita Dewasa Sek Ngentot Memek, Cerita Seks Abg, Cerita Seks Indonesia Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Abg, Cerita Sex Bergambar Indonesia, Cerita Hot Janda Muda, Cerita Sex Dewasa Bergambar, Kumpulan Cerita Dewasa Bergambar, Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru 2016, Kisah Seks Cerita Dewasa, Kumpulan Cerita Sedarah, Cerita Seks 2016, Gambar Sex Terbaru 2016, Cerita Dewasa Melayu Terbaru, Cerita Selingkuh Terbaru, Rumah Seks Indonesia Setengah Baya, Kumpulan Cerita Seks, Kumpulan Cerita Pembantu, Cerita Sex Cewek Abg, Cerita Sex Terkini, Rumah Seks Indonesia 2016, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Seks Sedarah Terbaru

Sabtu, 11 Februari 2017

Nikmatnya Luar Biasa

Waktu itu Ronal yang masih
duduk di perkuliahan mempunyai teman akrab
namanya Ghina di aberasal dari
Sumatera dan katanya dia masih menumpang
di rumah tantenya, kebetulan hobi kitra sama
yaitu naik gunung pecinta alam kita sering bersama kadang aku juga maen kerumahnya, dan bisa lebih karena aku juga naksir dengan adik sepupunya namanya
Lusi.

Lusi adalah anak dari tante yang rumahnya
ditumpangi oleh Ghina, walaupun aku sudah
akrab dengan
keluarganya tante tapi aku tak langsung
pacari si Lusi, tapi selama perjalanan waktu
sudah berubah
dimana ayah Lusi yang wakil rakyat meninggal
dunia.

Jadi Sekarang Ibunya yang mengurus semua
perusahaan yang dikendalaikan ayah Lusi,
Harapanku untuk
memacari Lusi tetap ada, walaupun saat aku
berkunjung kerumahnya jarang bertemu
langsung dengan Lusi,
malah Ibunya yang namanya Ita menemaniku,
karena kesibukannya Lusi yang di Jakarta
sedang belajar di
sekolah presenter stasiun TV swasta.

Tapi sebenarnya kalau mau jujur Lusi masih
kalah dengan ibunya. Bu Ita lebih
cantik.,kulitnya lebih
putih bersih, dewasa dan tenang
pembawaannya. Sementara Lusi agak sawo
matang, nurun ayahnya kali?
Seandainya Lusi seperti ibunya: tenang
pembawaannya, keibuan dan penuh perhatian,
baik juga.

Sekarang, di rumah yang cukup mewah itu
hanya ada bu Ita dan seorang pembantu.

Ghina sudah tidak di
situ, sementara Lusi sekolah di ibukota,
paling-paling seminggu pulang. Akhirnya saya
di suruh bu Ita
untuk membantu sebagai karyawan tidak tetap
mengelola perusahaannya. Untungnya saya
memiliki kemampuan
di bidang komputer dan manajemennya, yang
saya tekuni sejak SMA.

Setelah mengetahui manajemen perusahaan
bu Ita lalu saya menawari program akuntansi
dan keuangan
dengan komputer, dan bu Ita setuju bahkan
senang. Merencanakan kalkulasi biaya proyek
yang ditangani
perusahaannya, dsb.

Saya menyukai pekerjaan ini. Yang jelas bisa
menambah uang saku saya, bisa untuk
membantu kuliah, yang
saat itu baru semester dua. Bu Ita memberi
honor lebih dari cukup menurut ukuran saya.

Pegawai bu Ita
ada tiga cewek di kantor, tambah saya, belum
termasuk di lapangan.

Saya sering bekerja setelah kuliah, sore
hingga malam hari, datang menjelang
pegawai yang lain pulang.
Itupun kalau ada proyek yang harus
dikerjakan. Part time begitu. Bagi saya ini
hanya kerja sambilan
tapi bisa menambah pengalaman.

Karena hubungan kerja antara majikan dan
pegawai, hubungan saya dengan bu Ita
semakin akrab. Semula
sih biasa saja, lambat-laun seperti sahabat,
curhat, dan sebagainya.

Aku sering dinasehati, bahkan saking
akrabnya, bercanda, saya sering pegang
tangannya, mencium tangan,
tentu saja tanpa diketahui rekan kerja yang
lain. Dan rupanya dia senang. Tapi aku tetap
menjaga
kesopanan.

Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku,
betapapun dan siapapun bu Ita, dia mampu
menggetarkan
dadaku. Walaupun sudah cukup umur wanita
ini tetap jelita. Saya kira siapapun orangnya
pasti
mengatakan orang ini cantik bahkan cantik
sekali.

Dasar pandai merawat tubuh, karena ada dana
untuk itu, rajin fitnees, di rumah disediakan
peralatannya. Kalau sedang fitnees memakai
pakaian fitnees ketat sangat sedap
dipandang. Ini sudah
saya ketahui sejak saya SMA dulu, tapi karena
saya kepingin mendekati Lusi, hal itu saya
kesampingkan.

Data-data pribadi bu Ita saya tahu betul
karena sering mengerjakan biodata berkaitan
dengan proyek-
proyeknya. Tingginya 161 cm, usianya saat
kisah ini terjadi 37 tahun, lima bulan dan
berat badannya 52
kg. Cukup ideal.

Pada suatu hari saya lembur, karena ada
pekerjaan proyek dan paginya harus
didaftarkan untuk diikutkan
tender. Pukul 22.00 pekerjaan belum selesai,
tapi aku agak terhibur bu Ita mau
menemaniku, sambil
mengecek pekerjaanku.

Dia cukup teliti. Kalau kerja lembur begini ia
malah sering bercanda. Bahkan kalau
minumanku habis dia
tidak segan-segan yang menuang kembali,
aku malah menjadi kikuk. Dia tak enggan
pegang tanganku,
mencubit, namun aku tak berani membalas.

Apalagi bila sedang mencubit dadaku aku
sama sekali tidak akan membalas. Dan yang
cukup surprise tanpa
ragu memijit-pijit bahuku dari belakang.

“Capek ya..? Saya pijit, nih”, katanya.

Aku hanya tersenyum, dalam hati senang juga,
dipijit janda cantik. Apalagi yang kurasakan
dadanya,
pasti teteknya menyenggol kepalaku bagian
belakang, saya rasakan nyaman juga. Lama-
lama pipiku sengaja
saya pepetkan dengan tangannya yang mulus,
dia diam saja.

Dia membalas membelai-belai daguku, yang
tanpa rambut itu. Aku menjadi cukup senang.

Hampir pukul
23.00 baru selesai semua pekerjaan, saya
membersihkan kantor dan masih dibantu bu
Ita. Wah wanita ini
betul-betul seorang pekerja keras, gumanku
dalam hati.

Saya bersiap-siap untuk pulang, tapi dibuatkan
kopi, jadi kembali minum.
“Kamu sudah punya pacar Ron?”
“Belum Bu”, jawabku
“Masa.., pasti kamu sudah punya. Cewek
mana yang tak mau dengan cowok ganteng”,
katanya.

“Belum Bu, sungguh kok”, kataku lagi. Kami
duduk bersebelahan di sofa ruang tengah,
dengan penerangan
yang agak redup. Entah siapa yang
mendahului, kami berdua saling berpegangan
tangan saling meremas
lembut. Yang jelas semula saya sengaja
menyenggol tangannya
Mungkin karena terbawa suasana malam yang
dingin dan suasana ruangan yang syahdu, dan
terdengar suara
mobil melintas di jalan raya serta sayup-
sayup suara binatang malam, saya dan bu Ita
hanyut terbawa
oleh suasana romantis.

Bu Ita yang malam itu memakai gaun warna
hitam dan sedikit motif bunga ungu. Sangat
kontras dengan
warna kulitnya yang putih bersih.

Wanita pengusaha ini makin mendekatkan
tubuhnya ke arahku. Dalam kondisi yang baru
aku alami ini aku
menjadi sangat kikuk dan canggung, tapi
anehnya nafasku makin memburu, kejar-
kejaran dan bergelora
seperti gemuruh ombak di Pelabuhan Ratu.

Saya menjadi bergemetaran, dan tak mampu
berbuat banyak,
walau tanganku tetap memegang tangannya.
“Dingin ya Ron..?!”, katanya sendu.

Sementara tangan kiriku ditarik dan mendekap
lengan kirinya yang memang tanpa lengan
baju itu.
“Ya, Bu dingin sekali”, jawabku.

Terasa dingin, sementara tangannya juga
merangkul pinggangku. Bau wewanginan
semerbak di sekitar, aku
duduk, menambah suasana romantis
“Kalau ketahuan Darti (pembantunya), gimana
Bu?”, kataku gemetar.

“Darti tidak akan masuk ke sini, pintunya
terkunci”, katanya.

Saya menjadi aman. Lalu aku mencoba
mengecup kening wanita lincah ini, dia
tersenyum lalu dia
menengadahkan wajahnya. Tanpa diajari atau
diperintah oleh siapapun, kukecup bibir
indahnya.

Dia menyambut dengan senyuman, kami
saling berciuman bibir saling melumat bibir,
lidah kami bertemu
berburu mencari kenikmatan di setiap sudut-
sudut bibir dan rongga mulut masing-masing.

Tangankupun
mulai meraba-raba tubuh sintal bu Ita, diapun
tidak kalah meraba-raba punggungku dan
bahkan menyusup
dibalik kaosku. Aku menjadi semakin
terangsang dalam permainan yang indah ini.

Sejenak jeda, kami saling berpandangan dia
tersenyum manis bahkan amat manis,
dibanding waktu-waktu
sebelumnya.

Kami berangkulan kembali, seolah-olah dua
sejoli yang sedang mabuk asmara sedang
bermesraan, padahal
antara majikan dan pegawainya. Dia mulai
mencumi leherku dan menggigit lembut
semantara tanganku mulai
meraba-raba tubuhnya, pertama pantatnya,
kemudian menjalar ke pinggulnya.

“Sejak kamu kesini dengan Ghina dulu, saya
sudah berpikir: “Ganteng banget ini anak!””,
katanya
setengah berbisik.

“Ah ibu ada-ada saja”, kataku mengelak
walaupun saya senang mendapat sanjungan.

“Saya tidak merayu, sungguh”, katanya lagi.

Kami makin merangsek bercumbu, birahiku
makin menanjak naik, dadaku semakin
bergetar, demikian juga
dada bu Ita. Diapun nampak bergetaran dan
suaranya agak parau.

Kemudian saya beranjak, berdiri dan menarik
tangan bu Ita yang supaya ikut berdiri. Dalam
posisi ini
dia saya dekap dengan hangatnya. Hasrat
kelakianku menjadi bertambah bangkit dan
terasa seakan
membelah celana yang saya pakai.

Lalu saya bimbing dia ke kamarnya, bagai
kerbau dicocok hidungnya bu Ita menurut
saja. Kami berbaring
bersama di spring bed, kembali kami
bergumul saling berciuman dan becumbu.
“Gimana kalau saya tidur di sini saja, Bu”,
pintaku lirih.

Ia berpikir sejenak lalu mengangguk sambil
tersenyum. Kemudian dia beranjak menuju
lemari dan
mengambil pakaian sambil menyodorkan
kepada saya.

“Ini pakai punyaku”, dia menyodorkan pakaian
tidur.

Lalu aku melorot celana panjangku dan kaos
kemudian memakai kimononya.

Aku menjadi terlena. Dalam dekapannya aku
tertidur. Baru sekitar setengah jam saya
terbangun lagi.

Dalam kondisi begini, jelas aku susah tidur.

Udara terasa dingin, saya mendekapnya makin
kencang. Dia menyusupkan kaki kanannya di
selakangan saya.

Penisku makin bergerak-gerak, sementara
cumbuan berlangsung, penisku semakin
menjadi-jadi kencangnya,
yang sesungguhnya sejak tadi di sofa.

Aku berpikir kalau sudah begini bagaimana?
Apakah saya lanjutkan atau diam saja? Lama
aku berfikir
untuk mengatakan tidak! Tapi tidak bisa
ditutupi bahwa hasrat, nafsu birahiku kuat
sekali yang
mendorong melonjak-lonjak dalam dadaku
bercampur aduk sampai kepada ubun-ubunku.

Walaupun aku diamkan beberapa saat, tetap
saja kejaran libido yang terasa lebih kuat.

Memang saya
sadar, wanita yang ada didekapanku adalah
majikanku, tantenya Ghina, mamanya Lusi,
tapi sebagai pria
normal dan dewasa aku juga merasakan
kenikmatan bibir dan rasa perasaan bu Ita
sebagai wanita yang
sintal, cantik dan mengagumkan.

Sedikitnya aku sudah merasakan
kehangatannya tubuhnya dan perasaannya,
meski pengalaman ini baru
pertama kali kualami.

Aku tak kuasa berkeputusan, dalam kondisi
seperti ini aku semakin bergemetaran, antara
mengelak dan
hasrat yang menggebu-gebu. Aku perhatikan
wajahnya di bawah sorot lampu bed, sengaja
saya lihat lama
dari dekat, wajahnya memancarkan
penyerahan sebagai wanita, di depan lelaki
dewasa.

Pelan-pelan tanganku menyusup di balik
gaunnya, meraba pahanya dia mengeliat
pelan, saya tidak tahu
apakah dia tidur atau pura-pura tidur. Aku
cium lembut bibirnya, dan dia menyambutnya.

Berarti dia
tidak tidur. Ku singkap gaun tidurnya
kemudian kulepas, dia memakai beha warna
putih dan cedenya juga
putih.

Aku menjadi tambah takjub melihat
kemolekan tubuh bu Ita, putih dan indah
banget. Ku raba-raba
tubuhnya, dia mengeliat geli dan membuka
matanya yang sayu. Jari-jari lentiknya
menyusup ke balik baju
tidur yang kupakai dan menarik talinya pada
bagian perutku, lalu pakaianku terlepas. Kini
akupun hanya
pakai cede saja.

“Kamu ganteng banget, Ron, tinggi badanmu
berapa, ya?”, bisiknya. Saya tersenyum
senang.

“Makasih. Ada 171. Bu Ita juga cantik sekali”,
mendengar jawabanku, dia hanya tersenyum.

Aku berusaha membuka behanya dengan
membuka kaitannya di punggungnya,
kemudian keplorotkan cedenya
sehingga aku semakin takjub melihat
keindahan alam yang tiada tara ini. Hal ini
menjadikan dadaku
semakin bergetar.

Betapa tidak?! Aku berhadapan langsung
dengan wanita tanpa busana yang bertubuh
indah, yang selama ini
hanya kulihat lewat gambar-gambar orang
asing saja. Kini langsung mengamati dari
dekat sekali bahkan
bisa meraba-raba.

Wanita yang selama ini saya lihat berkulit
putih bersih hanya pada bagian wajah, bagian
kaki dan
bagian lengan ini, sekarang tampak
seluruhnya tiada yang tersisa. Menakjubkan!
Darahku semakin
mendidih, melihat pemandangan nan indah
itu.

Di saat saya masih bengong, pelan-pelan aku
melorot cedeku, saya dan bu Ita sama-sama
tak berpakaian.

Penisku benar-benar maksimal kencangnya.
Kami berdua berdekapan, saling meraba dan
membelai.

Kaki kami berdua saling menyilang yang
berpangkal di selakangan, saling mengesek.

Penisku yang kencang
ikut membelai paha indah bu Ita. Sementara
itu ia membelai-belai lembut penisku dengan
tangan
halusnya, yang membawa efek nikmat luar
biasa.

Tanganku membela-belai pahanya kemudian
kucium mulai dari lutut merambat pelan ke
pangkal pahanya. Ia
mendesah lembut. Dadaku makin bergetaran
karena kami saling mencumbu, aku meraba
selakangannya, ada
rerumputan di sana, tidak terlalu lebat jadi
enak dipandang.

Dia mengerang lembut, ketika jemariku
menyentuh bibir vaginanya. Mulutku menciumi
payudaranya dengan
lembut dan mengedot puntingnya yang
berwarna coklat kemerah-merahan, lalu
membenamkan wajahku di
antara kedua susunya.

Sementara tangan kiriku meremas lembut
teteknya. Desisan dan erangan lembut muncul
dari mulut
indahnya. Aku semakin bernafsu walau tetap
gemetaran. Tanganku mulai aktif memainkan
selakangannya,
yang ternyata basah itu.

Saya penasaran, lalu kubuka kedua pahanya,
kemudian kusingkap rerumputan di sekitar
kewanitaannya.

Bagian-bagian warna pink itu aku belai-belai
dengan jemariku. Klitorisnya, ku mainkan,
menyenangkan
sekali.

Ita mengerang lembut sambil menggerakkan
pelan kaki-kakinya. Lalu jariku kumasukkan
keterowongan pink
tersebut dan menari-nari di dalamnya. Dia
semakin bergelincangan. Kelanjutannya ia
menarikku.

“Ayo Ron”aku tak tahan”, katanya berbisik
Dan merangkulku ketat sekali, sehingga
bagian yang menonjol di dadanya tertekan
oleh dadaku.

Aku mulai menindih tubuh sintal itu, sambil
bertumpu pada kedua siku-siku tanganku,
supaya ia tidak
berat menompang tubuhku.

Sementara itu senjataku terjepit dengan kedua
pahanya. Dalam posisi begini saja enaknya
sudah bukan
main, getaran jantungku makin tidak teratur.

Sambil menciumi bibirnya, dan lehernya,
tanganku
meremas-remas lembut susunya.

Penisku menggesek-gesek sekalangannya, ke
arah atas (perut), kemudian turun berulang-
ulang Tak lama
kemudian kakinya direnggangkan, lalu pinggul
kami berdua beringsut, untuk mengambil
posisi tepat
antara senjataku dengan lubang
kewanitaannya. Beberapa kali kami beringsut,
tapi belum juga sampai
kepada sasarannya. Penisku belum juga
masuk ke vaginanya
“Alot juga”, bisikku. Bu Ita yang masih di
bawahku tersenyum.

“Sabar-sabar”, katanya. Lalu tangannya
memegang penisku dan menuntun
memasukkan ke arah kewanitaannya.

“Sudah ditekan… pelan-pelan saja”, katanya.

Akupun menuruti saja, menekan pinggulku…
“Blesss”, masuklah penisku, agak seret, tapi
tanpa hambatan. Ternyata mudah! Pada saat
masuk itulah,
rasa nikmatnya amat sangat. Seolah aku baru
memasuki dunia lain, dunia yang sama sekali
baru bagiku.

Aku memang pernah melihat film orang
beginian, tetapi untuk melakukan sendiri baru
kali ini. Ternyata
rasanya enak, nyaman, mengasyikkan.
Wonderful! Betapa tidak, dalam usiaku yang
ke 23, baru merasakan
kehangatan dan kenikmatan tubuh
wanita.

Gerakanku mengikuti naluri lelakiku, mulai
naik-turun, naik-turun, kadang cepat kadang
lambat, sambil
memandang ekspresi wajah bu Ita yang
merem-melek, mulutnya sedikit terbuka,
sambil keluar suara tak
disengaja desah-mendesah. Merasakan
kenikmatannya sendiri.

“Ah… uh… eh… hem””
Ketika aku menekankan pinggulku, dia
menyambut dengan menekan pula ke atas,
supaya penisku masuk
menekan sampai ke dasar vaginanya.

Getaran-getaran perasaan menyatu dengan
leguhan dan rasa kenikmatan
berjalan merangkak sampai berlari-lari kecil
berkejar-kejaran.

Di tengah peristiwa itu bu Ita berbisik
“Kamu jangan terlalu keburu nafsu, nanti kamu
cepat capek, santai saja, pelan-pelan, ikuti
iramanya”,
ketika saya mulai menggenjot dengan
semangatnya.

“Ya Bu, maaf”, akupun menuruti perintahnya.

Lalu aku hanya menggerakkan pinggulku ala
kadarnya mengikuti gerakan pinggulnya yang
hanya sesekali
dilakukan. Ternyata model ini lebih nyaman
dan mudah dinikmati. Sesekali kedua kakinya
diangkat dan
sampai ditaruh di atas bahuku, atau kemudian
dibuka lebar-lebar, bahkan kadang dirapatkan,
sehingga
terasa penisku terjepit ketat dan semakin
seret.

Gerak apapun yang kami lakukan berdua
membawa efek kenikmatan tersendiri. Setelah
lebih dari sepuluh
menit , aku menikmati tubuhnya dari atas, dia
membuat suatu gerakan dan aku tahu
maksudnya, dia minta
di atas.

Aku tidur terlentang, kemudian bu Ita
mengambil posisi tengkurap di atasku sambil
menyatukan alat
vital kami berdua. Bersetubuhlah kami
kembali.Ia memasukkan penisku rasanya
ketat sekali menghujam
sampai dalam.

Sampai beberapa saat bu Ita menggerakkan
pinggulnya, payudaranya bergelantungan
nampak indah sekali,
kadang menyapu wajahku. Aku meremas
kuat-kuat bongkahan pantatnya yang
bergoyang-goyang. Payudaranya
disodorkan kemulutku, langsung kudot.

Gerakan wanita berambut sebahu ini makin
mempesona di atas tubuhku. Kadang seperti
orang berenang,
atau menari yang berpusat pada gerakan
pinggulnya yang aduhai. Bayang-bayang
gerakan itu nampak indah
di cermin sebelah ranjang.

Tubuh putih nan indah perempuan setengah
baya menaiki tubuh pemuda agak coklat
kekuning-kuningan.

Benar-benar lintas generasi!
Adegan ini berlangsung lebih dari lima belas
menit, kian lama kian kencang dan cepat,
gerakannya.

Nafasnya kian tidak teratur, sedikit liar. Kayak
mengejar setoran saja. Tanganku mempererat
rangulanku
pada pantat dan pinggulnya, sementara
mulutku sesekali mengulum punting susunya.
Rasanya enak sekali.

Setelah kerja keras majikanku itu mendesah
sejadi-jadinya”
“Ah… uh, eh… aku, ke.. luaar..Ron..”, rupanya
ia orgasme.
Puncak kenikmatannya diraihnya di atas
tubuhku, nafasnya berkejar-kejaran, terengah-
engah merasakan
keenakan yang mencapai klimaknya.

Nafasnya berkejar-kejaran, gerakannya lambat
laun berangsur melemah, akhirnya diam. Ia
menjadi lemas
di atasku, sambil mengatur nafasnya kembali.

Aku mengusap-usap punggung mulusnya.

Sesekali ia
menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, pelan
sekali, merasakan sisa-sisa puncak
kenikmatannya. Beberapa
menit dia masih menindih saya.

Setelah pulih tenaganya, dia tidur terlentang
kembali, siap untuk saya tembak lagi. Kini
giliran saya
menindihnya, dan mulai mengerjakan kegiatan
seperti tadi. Gerakan ku pelan juga, dia
merangkul aku.

Naik turun, keluar masuk.

Saat masuk itulah rasa nikmat luar biasa,
apalagi dia bisa menjepit-jepit, sampai
beberapa kali.

Sungguh aku menikmati seluruhnya tubuh bu
Ita. Ruaar biasa! Tiba-tiba suatu dorongan
tenaga yang kuat
sampai diujung senjataku, aliran darah, energi
dan perasaan terpusat di sana, yang
menimbulkan
kekuatan dahsyat tiada tara.

Energi itu menekan-nekan dan memenuhi
lorong-lorong rasa dan perasaan, saling
memburu dan kejar-
kejaran. Didorong oleh gairah luar biasa,
menimbulkan efek gerakan makin keras dan
kuat menghimpit
tubuh indah, yang mengimbangi dengan
gerakan gemulai mempesona.

Akhirnya tenaga yang menghentak-hentak itu
keluar membawa kenikmatan luar biasa”,
suara tak disengaja
keluar dari mulut dua insan yang sedang
dilanda kenikmatan. Air maniku terasa keluar
tanpa kendali,
menyemprot memenuhi lubang kenikmatan
milik bu Ita.

“Ahh… egh… egh… uhh”, suara kami bersaut-
sahutan.

Bibir indah itu kembali kulumat makin seru,
diapun makin merapatkan tubuhnya terutama
pada bagian
bawah perutnya, kuat sekali. Menyatu
semuanya,
“Aku” keluar Bu”, kataku terengah-engah.

“Aku juga Ron”, suaranya agak lemah.

“Lho keluar lagi, tadi kan sudah?! Kok bisa
keluar lagi?!”, tanyaku agak heran.
“Ya, bisa dua kali”, jawabnya sambil
tersenyum puas.

Kami berdua berkeringat, walau udara di luar
dingin. Rasanya cukup menguras tenaga,
bagai habis naik
gunung saja, lempar lembing atau habis dari
perjalanan jauh, tapi saya masih bisa
merasakan sisa-sisa
kenikmatan bersama.

Selang beberapa menit, setelah kenikmatan
berangsur berkurang, dan terasa lembek, saya
mencabut
senjataku dan berbaring terlentang di sisinya
sambil menghela nafas panjang. Puas rasanya
menikmati
seluruh kenikmatan tubuhnya.

Perempuan punya bentuk tubuh indah itupun
terlihat puas, seakan terlepas dari dahaganya,
yang terlihat
dari guratan senyumnya. Saya lihat
selakangannya, ada ceceran air maniku putih
kental meleleh di bibir
vaginanya bahkan ada yang di pahanya.

Pengalaman malam itu sangat menakjubkan,
hingga sampai berapa kali aku menaiki bu Ita,
aku lupa. Yang
jelas kami beradu nafsu hampir sepanjang
malam dan kurang tidur.

Keesokan harinya. Busa-busa sabun
memenuhi bathtub, aku dan bu Ita mandi
bersama, kami saling menyabun
dan menggosok, seluruh sisi-sisi tubuhnya
kami telusuri, termasuk bagian yang paling
pribadi. Yang
mengasyikkan juga ketika dia menyabun
penisku dan mengocok-kocok lembut. Saya
senang sekali dan sudah
barang tentu membawa efek nikmat.

“Saya heran barang ini semalaman kok tegak
terus, kayak tugu monas, besar lagi. Ukuran
jumbo lagi?!”,
katanya sambil menimang-nimang tititku.

“Kan Ibu yang bikin begini?!”, jawabku. Kami
tersenyum bersama.

Sehabis mandi, kuintip lewat jendela kamar,
Darti sedang nyapu halaman depan, kalau aku
keluar rumah
tidak mungkin, bisa ketahuan. Waktu baru
pukul setengah enam. Tetapi senjata ini
belum juga turun,
tiba-tiba hasrat lelakiku kembali bangkit
kencang sekali.

Kembali meletup-letup, jantung berdetak
makin kencang. Lagi-lagi aku mendekati
janda yang sudah
berpakaian itu, dan kupeluk, kuciumi. Saya
agak membungkuk, karena aku lebih tinggi.

Bau wewangian
semerbak disekujur tubuhnya, rasanya lebih
fresh, sehabis mandi.

Lalu ku lepas gaunnya, ku tanggalkan behanya
dan kuplorotkan cedenya. Kami berdua
kembali berbugil ria
dan menuju tempat tidur. Kedua insan lelaki
perempuan ini saling bercumbu, mengulangi
kenikmatan
semalam.

Ia terbaring dengan manisnya, pemandangan
yang indah paduan antara pinggul depan,
pangkal paha, dan
rerumputan sedikit di tengah menutup
samara-samar huruf “V”, tanpa ada gumpalan
lemaknya.

Aku buka dengan pelan kedua pahanya. Aku
ciumi, mulai dari lutut, kemudian merambat
ke paha mulusnya.

Sementara tangannya mengurut-urut lembut
penisku. Tubuhku mulai bergetaran, lalu aku
membuka
selakangannya, menyibakkan rerumputan di
sana.

Aku ingin melihat secara jelas barang
miliknya. Jariku menyentuh benda yang
berwarna pink itu, mulai
bagian atas membelai-belainya dengan
lembut, sesekali mencubit dan membelai
kembali. Bu Ita
bergelincangan, tangannya makin erat
memegang tititku.

Kemudian jariku mulai masuk ke lorong,
kemudian menari-nari di sana, seperti malam
tadi. Tapi bibir,
dan terowongan yang didominasi warna pink
ini lebih jelas, bagai bunga mawar yang
merekah. Beberapa
saat aku melakukan permainan ini, dan
menjadi paham dan jelas betul struktur
kewanitaan bu Ita, yang
menghebohkan semalam.

Gelora nafsu makin menggema dan menjalar
seantero tubuh kami, saling mencium dan
mencumbu, kian
memanas dan berlari kejar-kejaran. Seperti
ombak laut mendesir-desir menerpa pantai.

Tiada kendali
yang dapat mengekang dari kami berdua.

Apalagi ketika puncak kenikmatan mulai
nampak dan mendekat ketat. Sebuah kejutan,
tanpa aku duga
sebelumnya penisku yang sejak tadi di urut-
urut kemudian dikulum dengan lembutnya.

Pertama dijilati
kepalanya, lalu dimasukkan ke rongga
mulutnya.

Rasanya saya diajak melayang ke angkasa
tinggi sekali menuju bulan. Aku menjadi
kelelahan. Sesi
berikutnya dia mengambil posisi tidur
terlentang, sementara aku pasang kuda-kuda,
tengkurap yang
bertumpu pada kedua tangan saya.

Saya mulai memasukkan penisku ke arah
lubang kewanitaan bu Ita yang tadi sudah
saya “pelajari”
bagian-bagiannya secara seksama itu. Benda
ini memang rasanya tiada tara, ketika
kumasukkan, tidak
hanya saya yang merasakan enaknya
penetrasi, tetapi juga bu Ita merasakan
kenikmatan yang luar biasa,
terlihat dari ekpresi wajahnya, dan desahan
lembut dari mulutnya.

“Ah”, desahnya setiap aku menekan senjataku
ke arah selakangannya, sambil menekankan
pula pinggulnya
ke arah tititku. Kami berdua mengulangi
mengarungi samodra birahi yang
menakjubkan, pagi itu.

Semuanya sudah selesai, aku keluar rumah
sekitar pukul setengah delapan, saat Darti
mencuci di
belakang. Dalam perjalanan pulang aku
termenung, Betapa kejadian semalam dapat
berlangsung begitu
cepat, tanpa liku-liku, tanpa terpikirkan
sebelumnya.

Sebuah wisata seks yang tak terduga
sebelumnya. Kenikmatan yang kuraih,
prosesnya mulus, semulus paha
bu Ita. Singkat, cepat dan mengalir begitu
saja, namun membawa kenikmatan yang
menghebohkan.

Betapa aku bisa merasakan kehangatan tubuh
bu Ita secara utuh, orang yang selama ini
menjadi
majikanku. Menyaksikan rona wajah bu Ita
yang memerah jambu, kepasrahannya dalam
ketelanjangannya,
menunjukkan kedagaan seorang wanita yang
mebutuhkan belaian dan kehangatan seorang
pria.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan,
si kumbang muda makin sering mendatangi
bunga untuk
mengisap madu. Dan bunga itu masih segar
saja, bahkan rasanya makin segar
menggairahkan. Memang bunga
itu masih mekar dan belum juga layu, atau
memang tidak mau layu.







#SELINGKUH DENGAN BOS #SELINGKUH DENGAN ATASAN #ABG BISPAK TELANJANG
#BOKEP INDONESIA #CERITA
DEWASA #CERITA MESUM
#CERITA NGENTOT JANDA
#CERITA NGENTOT PEMBANTU
#CERITA NGENTOT PERAWAN
#CERITA PANAS #CERITA
PEMERKOSAAN #CERITA SEKS
INDONESIA #CERITA SEKS
SEDARAH #CERITA SELINGKUH
#CERITA SEX #CERITA SKANDAL
#CERITA TANTE GIRANG #CEWEK
TELANJANG #FOTO BUGIL
#MEMEK PERAWAN #TANTE
GIRANG #TOKET GEDE MULUS #PEMERKOSAAN